Wall Street: Dow Ungguli Indeks Utama Lainnya, Sektor Kesehatan Pimpin Kenaikan



KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup menguat 1%, mengungguli indeks acuan S&P 500. Sektor kesehatan menjadi pendorong terbesar bagi Wall Street, sementara sektor teknologi menjadi penghambat utama.

Selasa (20/10/2026), indeks Dow Jones Industrial Average ditutup naik 529,85 poin atau 1,02% menjadi 52.495,88, indeks S&P 500 menguat 21,84 poin atau 0,28% ke 7.712,57 dan indeks Nasdaq Composite melemah tipis 6,07 poin atau 0,02% ke 26.424,82.

Value index S&P 500 naik 0,9%, berbanding terbalik dengan indeks pertumbuhan (growth index) yang turun 0,2%. Indeks Russell 2000, yang mencakup perusahaan berkapitalisasi kecil, ditutup naik 1,7% pada sesi ini.


Sektor jasa keuangan mencatatkan kenaikan hingga 1% dan menjadikannya kontributor terbesar kedua bagi penguatan indeks S&P 500. Sektor defensif juga menunjukkan kinerja yang lebih baik, dengan sektor real estat naik 1,7% dan sektor utilitas naik 1,2%.

Baca Juga: Komisaris Beli Jutaan Saham, Harga Saham Perusahaan Emas Ini Berhasil Bangkit

Sektor kesehatan memimpin kenaikan di antara 11 indeks sektor utama S&P 500, bahkan mencapai rekor tertinggi. Saham Eli Lilly menjadi kontributor poin terbesar bagi indeks S&P 500, sementara UnitedHealth, Merck & Co, Johnson & Johnson, dan Amgen turut mendongkrak indeks saham unggulan (blue-chip) Dow Jones.

Penurunan pada saham-saham berkapitalisasi sangat besar (megacap) menekan sektor layanan komunikasi. Saham sektor energi mencatatkan kinerja yang lebih lemah seiring turunnya harga minyak setelah sempat menyentuh level tertinggi dalam lima bulan.

Para pedagang minyak mencermati pertemuan antara presiden Iran dan kepala angkatan darat Pakistan—yang berperan sebagai mediator antara AS dan Iran—di tengah serangan kelompok Houthi terhadap infrastruktur Arab Saudi serta laporan mengenai serangan terhadap kapal di kawasan Teluk.

SAHAM TEKNOLOGI MENGALAMI KOREKSI

Meskipun sektor teknologi yang berbobot besar melemah 0,3%, sektor ini menjadi penghambat poin terbesar bagi S&P 500 dan membuat indeks Nasdaq cenderung stagnan.

Sebelumnya, pada hari Senin (19/10/2026), saham-saham teknologi sempat bangkit dari aksi jual pekan lalu, yang dipicu oleh kekhawatiran investor mengenai tingginya biaya pengeluaran dan pendanaan untuk pengembangan kecerdasan buatan (AI).

"Para investor ekuitas masih agak skeptis terhadap tren investasi di bidang kecerdasan buatan (AI) serta kemampuan sejumlah perusahaan tersebut dalam memonetisasi investasi mereka. Akibatnya, terjadi pergeseran alokasi dana ke sektor-sektor lain di pasar," ujar Jim Baird, kepala investasi di Plante Moran Financial Advisors, seraya menunjuk pada kenaikan saham perusahaan berkapitalisasi kecil (small caps) dan sektor kesehatan pada hari Selasa.

"Para investor sedang mencari peluang lain di luar sektor teknologi, dan sektor kesehatan menjadi salah satu yang diuntungkan dari pergeseran ini," katanya.

Baca Juga: PT Timah (TINS) Kantongi Fasilitas Kredit Talangan DHE-SDA Rp 4 T dari Bank Mandiri

Pada sesi ini, saham Netflix anjlok 1,7%, Meta turun 1,6%, dan Alphabet (perusahaan induk Google) melemah 1% menyebabkan indeks sektor layanan komunikasi turun 0,9%.

Di sisi lain, SpaceX melaporkan laba kuartal ketiga yang jauh melampaui perkiraan setelah penutupan pasar, yang mendorong kenaikan harga sahamnya sebesar 4% dalam perdagangan sesi akhir.

Netflix mengeluarkan proyeksi laba kuartal keempat yang lebih lemah dari ekspektasi setelah penutupan pasar, yang menyebabkan harga sahamnya turun 6%.

Meta dan Tesla dijadwalkan untuk merilis laporan kinerja pada Rabu (21/10/2026).

Saham General Motors anjlok 6,8% setelah produsen otomotif tersebut mengisyaratkan adanya tekanan dalam beberapa bulan mendatang akibat kenaikan biaya komoditas dan penurunan penjualan truk.

Baca Juga: IHSG Melesat 5,65% ke 5.278, Cek Saham Net Buy Terbesar Asing, Selasa (20/10)

Berbeda, saham 3M naik 5,8% setelah perusahaan tersebut menyatakan akan memperluas kemitraan pusat data dengan Amazon, serta menerbitkan waran kepada anak perusahaan Amazon untuk membeli saham biasa 3M senilai lebih dari US$ 521 juta. Konglomerat industri ini juga menaikkan proyeksi laba untuk setahun penuh.

Saham perusahaan pelaporan kredit Equifax melonjak 11,3% setelah melaporkan laba kuartal ketiga yang melampaui estimasi analis. Saham Hasbro juga melesat 11,2% setelah produsen mainan tersebut menaikkan proyeksi setahun penuh untuk pendapatan secara keseluruhan maupun bisnis permainan digitalnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News