Wall Street jatuh 2,2% terseret data ekonomi yang masam dan kinerja perusahaan jeblok



KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Bursa saham Amerika Serikat jatuh pada Rabu (15/4) karena data ekonomi yang suram serta laporan pendapatan kuartal pertama yang menambah kekhawatiran atas tingkat kerusakan yang disebabkan wabah virus corona.

Lihat saja, Dow Jones Industrial Average turun 445,41 poin, atau 1,86%, menjadi 23.504,35, S&P 500 kehilangan 62,7 poin, atau 2,20%, menjadi 2.783,36 dan Nasdaq Composite turun 122,56 poin, atau 1,44%, menjadi 8.393,18.

Pemberat bagi laju bursa saham AS datang setelah saham perbankan anjlok. Saham Bank of America dan Citigroup Inc turun ketika keduanya bergabung dengan JPMorgan Chase & Co dan Wells Fargo & Co dalam melaporkan penurunan laba kuartal pertama. 


Baca Juga: Wall Street terbanting penjualan ritel dan produksi manufaktur AS yang anjlok

Juga, laba triwulanan Goldman Sachs Group Inc hampir berkurang setengahnya, karena menyisihkan lebih banyak uang untuk menutupi pinjaman perusahaan yang diperkirakan akan bangkrut dalam beberapa bulan mendatang.

Saham Citigroup dan Bank of America masing-masing turun lebih dari 5% pada hari itu, sementara saham Goldman berakhir hampir datar.

"Cadangan kerugian pinjaman lebih besar dari yang diharapkan pada kuartal pertama, dan sepertinya itu akan berlanjut ke kuartal kedua. Kami melihatnya kemarin dan mendapat konfirmasi tren hari ini," kata analis Barclays Jason Goldberg seperti dikutip dari reuters, Kamis (16/4)

Goldman melakukan lebih baik, katanya, karena "pinjaman adalah komponen yang lebih kecil dari bisnis mereka."

Editor: Anna Suci Perwitasari