Wall Street Melemah, Dibayangi Pandangan The Fed yang Cenderung Hawkish



KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Indeks utama Wall Street dibuka melemah pada perdagangan Jumat (22/4) di tengah laporan pendapatan emiten. Sementara saham pertumbuhan memangkas kerugian dalam sepekan yang ditandai lonjakan imbal hasil obligasi. Investor bersiap untuk suku bunga yang lebih tinggi.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 65,4 poin, atau 0,19%, saat bel pembukaan pasar ke level 34.727,38.

S&P 500 turun 7,8 poin, atau 0,18%, pada pembukaan menjadi 4.385,83, sedangkan Nasdaq Composite turun 5,9 poin, atau 0,04% ke level 13.168,796 pada pembukaan perdagangan hari ini. 


Mengutip Bloomberg, imbal hasil US Treasury bertenor dua tahun naik 8 basis poin. Sementara dolar AS naik ke level tertinggi sejak Juli 2020.

Baca Juga: Oil Prices Extend Losses on Growth Concerns, Shanghai Lockdown

Saham AS menunjukkan musim laporan keuangan yang cukup tangguh. Di saat yang sama, para trader memperhatikan repricing risiko yang tak terhindarkan, terutama setelah Gubernur The Fed Jerome Powell menguraikan pendekatannya yang paling agresif untuk meredam inflasi, yang berpotensi mendukung kenaikan suku bungalebih dari setengah persen.

"Ekuitas benar-benar terpecah antara dua kekuatan ini sekarang dan yang pertama adalah pendapatan sebenarnya cukup bagus," kata Anastasia Amoroso, Kepala Strategi Investasi iCapital Securities LLC, seperti dikutip Bloomberg.

"Tetatpi, setiap kali ekuitas menguat, sepertinya pejabat Fed mengeluarkan komentar yang semakin hawkish," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Herlina Kartika Dewi