Wall Street Melemah, Imbal Hasil Treasury AS Sentuh Level Tertinggi Dalam 9 Bulan



KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Indeks utama Wall Street dibuka melemah pada perdagangan Kamis (3/8), karena lonjakan imbal hasil treasury AS. Penurunan peringkat kredit jangka panjang AS oleh Fitch menekan saham yang sensitif terhadap suku bunga. 

Mengutip Reuters, Kamis (3/8), pada bel pembukaan perdagangan, indeks Dow Jones Industrial Average turun 87,96 poin, atau 0,25% ke level 35.194,56, S&P 500 turun 19,12 poin, atau 0,42% ke level 4.494,27, sedangkan Nasdaq Composite turun 73,69 poin, atau 0,53%, ke level 13.899,76.

Sebagian besar saham pertumbuhan megacap dan saham teknologi termasuk Apple, Alphabet, dan Microsoft tergelincir antara 0,3% dan 0,7% dalam perdagangan premarket, karena imbal hasil obligasi AS bertenor 10 tahun naik ke level tertinggi sembilan bulan.


Baca Juga: Wall Street Ditutup Turun Rabu (2/8), Aksi Ambil Untung Setelah Keputusan Fitch

Secara terpisah, sebuah laporan menunjukkan jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran naik sedikit minggu lalu, sementara PHK turun ke level terendah 11 bulan di bulan Juli karena kondisi pasar tenaga kerja tetap ketat.

Imbal hasil obligasi AS bertenor 10 tahun naik 1,2 basis poin menjadi 4,158% setelah data klaim pengangguran. Imbal hasil Treasury telah meningkat sejak Rabu setelah data pekerjaan swasta yang kuat dan pengumuman pengembalian utang pemerintah AS yang jatuh tempo.

"Saya akan menganggap data (klaim pengangguran) itu sebagai sesuatu yang tidak penting, itu tepat sasaran," kata Andre Bakhos, anggota pengelola di Ingenium Analytics.

"Apa yang menjadi perhatian yang lebih besar dan yang telah menciptakan gema secara global adalah penurunan peringkat Fitch. Ada sedikit kekhawatiran tentang bagaimana hal-hal menjadi tidak terkendali dalam waktu dekat."

Baca Juga: Wall Street Terjun Setelah Fitch Rating Menggunting Peringkat Utang AS

Sementara itu, Pejabat Federal Reserve Richmond Thomas Barkin pada hari Kamis mengatakan inflasi AS masih terlalu tinggi, meskipun pembacaan baru-baru ini menunjukkan tekanan harga telah mereda disambut baik.

Saham ditutup lebih rendah pada hari Rabu karena investor mengambil kesempatan untuk melakukan aksi ambil untung setelah Fitch menurunkan peringkat papan atas Amerika Serikat, dengan alasan penurunan fiskal dan erosi tata kelola.

Pedagang kini menunggu Indeks Manajer Pembelian (PMI) non-manufaktur AS dan pesanan pabrik Juni untuk menilai kekuatan ekonomi AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Herlina Kartika Dewi