Wall Street melemah, investor beralih dari saham ke obligasi saat yield naik



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Wall Street turun di awal perdagangan hari ini. Kamis (25/2) pukul 21.48 WIB, Dow Jones Industrial Average turun 0,12% ke 31.926.

S&P 500 melemah 0,20% ke 3.917. Sedangkan Nasdaq Composite melemah 0,17% ke 13.572.

Departemen Tenaga Kerja Amerika Serikat (AS) melaporkan bahwa klaim baru tunjangan pengangguran musiman pekan lalu 730.000. Angka tersebut turun jika dibandingkan dengan pekan sebelumnya sebesar 841.000. Klaim pengangguran tersebut juga lebih rendah jika dibandingkan dengan prediksi polling Reuters yang meramalkan 838.000 klaim.


Gubernur Federal Reserve Jerome Powell mengatakan bahwa bank sentral akan mempertahankan suku bunga rendah dan memompa likuiditas lewat pembelian obligasi. "Pembelian setidaknya dalam laju seperti sekarang hingga kami mencapai perkembangan menuju tujuan," ungkap Powell.

Baca Juga: Vaksin belum efektif, saham-saham ini masih akan menjadi pemberat laju IHSG

Sementara Departemen Perdagangan AS merilis estimasi kedua produk domestik bruto kuartal keempat yang naik 4,1% secara tahunan. Angka tersebut naik dari 4% pada estimasi pertama bulan lalu. 

Yield US Treasury 10-tahun acuan mencapai tertinggi satu tahun 1,45%. Hal ini memicu profit taking di beberapa perusahaan dengan pertumbuhan tinggi di tengah kekhawatiran tentang valuasi yang tinggi. "Semakin tinggi imbal hasil obligasi, semakin kami melihat dorongan untuk keluar dari saham," kata Jeffrey Carbone, mitra pengelola di Cornerstone Wealth, di Huntersville, North Carolina.

Dia menambahkan, investor mengambil untung dari saham. "Dan memindahkannya ke area yang lebih konservatif untuk mendapatkan imbal hasil yang lebih tinggi di pasar obligasi," imbuh Carbone.

Indeks pertumbuhan S&P 500 telah meningkat lebih dari 2,5% pada bulan Februari, jauh di bawah indeks nilai, yang telah memperoleh hampir 9% karena optimisme terkait dengan pembukaan kembali ekonomi pasca pandemi.

Baca Juga: Begini proyeksi IHSG untuk perdagangan Jumat (26/2)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati