Wall Street Melonjak: Dow, S&P 500 dan Nasdaq Kompak Ditutup Melonjak Lebih dari 2,5%



KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Wall Street ditutup melonjak tajam setelah kesepakatan gencatan senjata dua minggu di menit-menit terakhir antara Amerika Serikat dan Iran meningkatkan sentimen investor. 

Rabu (8/4/2026), indeks Dow Jones Industrial Average ditutup naik 1.326,33 poin atau 2,85% menjadi 47.910,79, indeks S&P 500 melonjak 165,98 poin atau 2,51% ke 6.782,83 dan indeks Nasdaq Composite menguat 617,15 poin atau 2,80% ke 22.635.

Dari 11 sektor utama di indeks S&P 500, delapan sektor melonjak 2% atau lebih, dengan sektor industri memimpin. Saham energi, yang tertekan oleh penurunan harga minyak mentah, menjadi satu-satunya sektor yang mengalami penurunan persentase, usai ambles 3,7%.


Ketiga indeks saham utama Amerika Serikat ini langsung melonjak pada pembukaan perdagangan, didorong oleh reli pemulihan yang luas setelah kesepakatan yang ditengahi oleh Pakistan menghasilkan penangguhan perang selama dua minggu. 

Baca Juga: Saham Blue Chip Ini Tren Naik April 2026, Analis Rekomendasi Buy, Target Rp 3.000

Konflik yang dimulai dengan serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran pada 28 Februari telah mengguncang pasar dunia, mengganggu pasokan minyak global, dan memicu kekhawatiran akan meningkatnya inflasi.

Seorang pejabat senior Iran mengatakan kepada Reuters bahwa Selat Hormuz yang penting, tempat seperlima minyak dunia dikirim, dapat dibuka kembali pada hari Kamis (9/4/2026) atau Jumat (10/4/2026) menjelang pembicaraan perdamaian jika kedua negara menyetujui kerangka kerja untuk gencatan senjata.

"Ini adalah pergerakan yang diharapkan hari ini dan masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan, tetapi saya pikir pasar cukup lega," kata Mike Dickson, kepala manajemen portofolio di Horizon Investments di Charlotte, North Carolina. 

"Sisi lain dari koin ini bisa jauh lebih buruk dan terus terang ada alasan yang bagus untuk berpikir bahwa itu mungkin terjadi juga. Jadi Anda melihat reli lega di area pasar yang paling terpukul."

Pada sesi ini, indeks S&P 500 melesat di atas rata-rata pergerakan 200 hari untuk pertama kalinya sejak pertengahan Maret, sementara Dow mencatatkan kenaikan persentase sesi tunggal terbesar sejak 9 April 2025.

Indeks Dow Transports yang sensitif secara ekonomi mencapai titik tertinggi sepanjang masa. Sedangkan indeks Russell 2000 mengungguli rekan-rekannya yang berkapitalisasi lebih besar. Saham Chips melonjak 6,3%. 

Baca Juga: Rekomendasi Teknikal Saham INKP, JPFA, PGAS untuk Perdagangan Kamis (9/4/2026)

Reli ini tidak terbatas pada indeks utama AS saja. Saham-saham Eropa juga naik 3,9%, sementara indeks MSCI World naik lebih dari 3%. Kedua indeks tersebut mencatat kenaikan persentase harian terbesar dalam setahun.

"Sebagian besar negara lain lebih terpapar guncangan energi dan guncangan pangan daripada AS," kata Ross Mayfield, analis strategi investasi di Baird di Louisville, Kentucky. 

"Jadi ini merupakan bantuan jangka pendek yang jauh lebih besar bagi saham-saham internasional."

Indeks Volatilitas Pasar CBOE, barometer kecemasan investor, turun ke level terendah sejak awal perang. 

Di sisi lain, kontrak berjangka minyak mentah WTI dan Brent bulan depan masing-masing turun 16,4% dan 13,3%, keduanya berada di bawah US$ 100 per barel.

Risalah dari pertemuan Federal Reserve AS bulan Maret, yang dirilis pada hari Rabu, menunjukkan keterbukaan yang meningkat terhadap kenaikan suku bunga karena para pembuat kebijakan menaikkan prospek inflasi mereka untuk tahun 2026 karena guncangan minyak terkait perang.

Sektor-sektor yang telah mengalami pukulan berat sejak perang dimulai menikmati pemulihan yang kuat. Maskapai penerbangan komersial melonjak 5,7%, saham-saham yang terkait dengan perjalanan dan rekreasi naik 5,2%, dan perusahaan pembangunan rumah naik 4,9%. 

Baca Juga: Intip Saham yang Banyak Dijual Asing di Tengah Kenaikan IHSG, Rabu (8/4)

Saham Delta Air Lines naik 3,8%, meskipun perkiraan laba kuartal kedua mengecewakan. Maskapai penerbangan komersial tersebut menolak untuk memperbarui prospek tahunannya karena ketidakpastian terkait perang Iran.

Saham pesaing Delta, Southwest Airlines dan United Airlines, masing-masing naik 6,7% dan 7,9%.

Saham operator kapal pesiar Carnival naik 11,2% dan Norwegian Cruise Line naik 7,6%. Sejalan, saham Levi Strauss juga melonjak 10,7% setelah produsen pakaian tersebut menaikkan perkiraan penjualan dan laba tahunannya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News