Wall Street Menguat, Kenaikan Saham Nvdia Mendongkrak Saham AI



KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Mayoritas indeks Wall Street ditutup menguat pada akhir perdagangan Kamis (25/5), didorong melonjaknya harga saham Nvidia imbas kenaikan perkiraan pendapatannya yang mendorong reli saham kecerdasan buatan (AI). Sementara itu, investor juga mengamati tanda-tanda kemajuan dalam pembicaraan plafon utang AS.

Indeks Nasdaq Composite melonjak 213,93 poin atau 1,71% ke 12.698,09, S&P 500 naik 36,04 poin atau 0,88% ke 4.151,28 dan Dow Jones Industrial Average terkoreksi tipis 35,27 poin atau 0,11% ke 32.764,65.

Volume perdagangan saham di bursa AS mencapai 10,8 miliar saham, dengan rata-rata 10,5 miliar saham dalam 20 hari perdagangan terakhir.


Mengutip Reuters, saham Nvidia melonjak 24% ke rekor penutupan tertinggi setelah produsen chip itu memperkirakan pendapatan triwulanannya naik 50% lebih tinggi dari perkiraan. Nvidia juga mengatakan akan meningkatkan pasokan untuk memenuhi permintaan chip kecerdasan buatan (AI).

Baca Juga: Wall Street Berseri, Nasdaq Melonjak Ditopang Kenaikan Saham Nvidia

Investor memperdagangkan saham Nvidia senilai hampir US$ 60 miliar, terhitung seperlima dari semua perdagangan saham S&P 500 selama sesi tersebut, menurut data Refintiv.

"Nvidia telah resmi menggantikan FANG sebagai pusat pasar ini," kata Jake Dollarhide, chief executive officer Longbow Asset Management di Tulsa, Oklahoma. 

"Investor terobsesi dengan AI, dan Nvidia adalah kisah AI yang sempurna."

Saham pemain kelas berat AI Microsoft Corp dan Alphabet Inc masing-masing naik 3,9% dan 2,1%. Saham Advanced Micro Devices Inc melonjak sekitar 11%, Micron Technology Inc bertambah 4,6% dan Broadcom Inc naik lebih dari 7%.

Indeks Philadelphia SE Semiconductor melonjak 6,8% ke level tertinggi dalam lebih dari setahun dalam persentase kenaikan harian terbesar sejak November.

Saham Intel Corp turun 5,5%, membebani Dow Jones Industrial Average.

Dalam beberapa hari terakhir, Wall Street gelisah menanti hasil negosiasi di Washington untuk menaikkan batas utang negara sebesar US$ 31,4 triliun dan menghindari gagal bayar.

Sumber Reuters yang mengetahui masalah ini mengatakan, pembicaraan antara Presiden AS Joe Biden dan anggota parlemen dari Partai Republik Kevin McCarthy pada hari Kamis mendekati kesepakatan, dengan para pihak hanya berselisih US$ 70 miliar untuk pengeluaran diskresioner.

Baca Juga: Wall Street Memerah: Dow Turun 4 Hari Beruntun Dipicu Kekhawatiran AS Bangkrut

Imbal hasil dua tahun mencapai level tertinggi sejak Maret setelah lembaga pemeringkat Fitch dan DBRS Morningstar menempatkan Amerika Serikat dalam pengawasan kredit untuk kemungkinan penurunan peringkat. Kondisi ini mencerminkan ketidakpastian pasar.

Sementara itu, data menunjukkan jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran hanya naik moderat minggu lalu, sementara laporan Departemen Perdagangan mengonfirmasi pertumbuhan ekonomi melambat pada kuartal pertama.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Herlina Kartika Dewi