Wall Street Menguat Lagi Setelah The Fed Mengisyaratkan Penurunan Suku Bunga



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks utama Wall Street berada di jalur penguatan di awal perdagangan, sehari setelah Federal Reserve mengisyaratkan akhir kenaikan suku bunga agresif baru-baru ini. Bank sentral Amerika Serikat (AS) pun mengisyaratkan bahwa suku bunga akan lebih rendah pada tahun depan.

Kamis (14/12) pukul 21.35 WIB, Dow Jones Industrial Average menguat 0,25% ke 27.181. Indeks S&P 500 menguat 0,51% ke 4.731. Sedangkan Nasdaq Composite menguat 0,56% ke 14.815.

The Fed mempertahankan suku bunga acuan di level 5,25%-5,5% tidak berubah pada hari Rabu, seperti yang diharapkan. Ketua Jerome Powell mengatakan, pengetatan kebijakan moneter bersejarah kemungkinan besar akan berakhir karena inflasi turun lebih cepat dari perkiraan dan diskusi mengenai pemotongan biaya pinjaman mulai terlihat.


The Fed telah menaikkan suku bunga kebijakannya sebesar 525 basis poin sejak Maret 2022 dalam upaya mengekang inflasi yang telah mencapai rekor tertinggi selama beberapa dekade. Pada hari Rabu, sebanyak 17 dari 19 pejabat Fed memproyeksikan tingkat kebijakan akan lebih rendah pada akhir tahun 2024.

Baca Juga: Era Suku Bunga Tinggi The Fed Berakhir, Peluang Penurunan Suku Bunga Terbuka

Pivot dovish dalam pernyataan bank sentral memicu reli pasar saham pada hari Rabu dan mengirim Indeks Dow Jones Industrial Average ke rekor penutupan tertinggi.

"Investor merasa cukup bullish dalam hal penurunan suku bunga sebanyak tiga kali pada tahun depan, yang sedikit lebih besar dari perkiraan para penjual," kata Chris Zaccarelli, kepala investasi di Independent Advisor Alliance kepada Reuters.

Pasar uang sekarang melihat peluang sebesar 83,3% untuk setidaknya penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin pada bulan Maret 2024, naik dari sekitar 50% sebelum keputusan kebijakan tersebut. FedWatch CME Group memperkirakan penurunan suku bunga lainnya pada bulan Mei.

Baca Juga: The Fed Menahan Suku Bunga, Instrumen Investasi Saham Berpotensi Meningkat

Imbal hasil US Treasury juga turun ke posisi terendah multi-bulan setelah peristiwa hari Rabu. Imbal hasil obligasi Treasury 10-tahun yang menjadi acuan terakhir berada di 3,96%.

Investor juga menganalisis data penjualan ritel untuk bulan November, yang naik 0,3% secara bulanan dibandingkan dengan perkiraan penurunan 0,1%, menurut ekonom yang disurvei oleh Reuters. Laporan lain menunjukkan klaim pengangguran mingguan mencapai 202.000 untuk pekan yang berakhir 9 Desember, lebih rendah dari perkiraan 220.000.

“Banyak harapan soft landing yang disematkan pada konsumen yang tetap kuat, dan perekonomian terhindar dari resesi. Selama Anda melihat konsumen yang kuat, itu adalah kabar baik bagi kelompok soft landing,” kata Zaccarelli.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati