KONTAN.CO.ID - Bursa saham Amerika Serikat (AS) dibuka menguat pada Rabu (21/10/2026), didorong laporan kinerja SpaceX dan Super Micro Computer yang meningkatkan minat investor terhadap saham-saham terkait kecerdasan buatan atau
artificial intelligence (AI). Namun, saham Netflix justru melemah setelah perusahaan merilis proyeksi laba yang mengecewakan pasar. Melansir Reuters, pada pembukaan perdagangan, Dow Jones Industrial Average naik 157 poin atau 0,30% ke level 52.652,85. Indeks S&P 500 menguat 23,9 poin atau 0,31% menjadi 7.736,43, sedangkan Nasdaq Composite bertambah 176,9 poin atau 0,67% ke posisi 26.601,732.
Baca Juga: Kantongi Investasi Jumbo, TOBA Berpeluang Agresif Ekspansi Bisnis Limbah di Asia Saham SpaceX melonjak 9,2% dalam perdagangan sebelum pembukaan pasar. Kenaikan ini terjadi setelah perusahaan teknologi roket dan antariksa milik Elon Musk tersebut membukukan laba pertamanya sebagai perusahaan publik. Musk juga menyebut pada Selasa bahwa penggabungan SpaceX dan Tesla akan menjadi ide yang baik. Saham Tesla turut naik 1,5%. Sentimen positif juga datang dari Super Micro Computer. Saham produsen server AI tersebut melesat 12,7% setelah perusahaan memproyeksikan pendapatan kuartalan dan margin laba di atas perkiraan analis. Proyeksi ini memperkuat optimisme investor bahwa permintaan infrastruktur AI masih bertahan. Kenaikan saham Super Micro turut mengangkat saham perusahaan teknologi lainnya. Saham Hewlett Packard Enterprise (HPE) naik 4,8%, sedangkan Dell Technologies menguat 7%. Saham CoreWeave, operator pusat data yang sempat menjadi sorotan dalam aksi jual saham terkait AI pekan lalu, juga naik 3,3% dalam perdagangan sebelum pembukaan.
Baca Juga: BI Rate Bertahan di Level 5,75%, Begini Prediksi Arah Pasar Saham Investor sebelumnya mencemaskan kemampuan perusahaan menghasilkan keuntungan dari besarnya belanja infrastruktur AI. Kekhawatiran tersebut memicu tekanan pada saham-saham terkait AI, terutama perusahaan yang membutuhkan investasi besar untuk membangun pusat data dan infrastruktur komputasi. Adam Sarhan, direktur MarketTerminal.com, mengatakan investor perlu mencermati faktor-faktor yang secara langsung memengaruhi laba perusahaan, termasuk kinerja keuangan dan inflasi yang dapat memengaruhi kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed). “Jika ekonomi terus tumbuh tanpa hambatan besar, hal itu akan mendukung peningkatan laba perusahaan. Dalam kondisi tersebut, tidak adanya kabar buruk menjadi kabar baik karena memperbaiki prospek keuntungan perusahaan,” kata Sarhan. Di sisi lain, saham Netflix merosot lebih dari 6,7% setelah perusahaan layanan streaming tersebut memberikan proyeksi laba kuartal IV yang lebih rendah dari ekspektasi pasar.
Baca Juga: OJK Tegaskan Reformasi Pasar Modal Jalan Terus di Tengah Isu MSCI Penurunan ini terjadi beberapa hari setelah Netflix mengumumkan pemutusan hubungan kerja terhadap 6% tenaga kerjanya. Pelaku pasar kini mencermati laporan keuangan perusahaan, khususnya emiten yang terkait dengan AI, untuk menilai keberlanjutan siklus belanja teknologi tersebut. Investor juga memperhitungkan dampak kenaikan harga minyak terhadap inflasi dan prospek ekonomi AS. Sejumlah saham semikonduktor turut menguat. Nvidia naik 1,7%, Intel bertambah 2,2%, dan Advanced Micro Devices (AMD) menguat 2%. Meski demikian, sektor semikonduktor masih mengalami volatilitas setelah indeks Philadelphia SE Semiconductor mencatat delapan sesi penurunan berturut-turut, rentetan terpanjang dalam 18 tahun. Di tengah gejolak pasar, investor juga mengalihkan perhatian ke sektor defensif, seperti kesehatan dan barang kebutuhan pokok konsumen. Kondisi ini turut menopang kinerja Dow Jones yang diperdagangkan di level tertinggi dalam lebih dari satu bulan dan mengungguli S&P 500 serta Nasdaq.
Baca Juga: OJK Jatuhkan Denda Terhadap Pihak Terkait Pelanggaran Saham DSSA, BREN, dan CUAN Sementara itu, harga minyak masih bertahan tinggi dengan kontrak berjangka Brent diperdagangkan mendekati US$ 110 per barel. Data ekonomi AS pekan sebelumnya menunjukkan tekanan harga meluas melampaui sektor energi, sehingga memperkuat pertimbangan bahwa The Fed masih berpeluang menaikkan suku bunga. Meski demikian, pasar memperkirakan bank sentral AS akan mempertahankan suku bunga menjelang pemilihan paruh waktu pada 3 November.
Dari saham lainnya, AT&T turun sekitar 5% meskipun membukukan pendapatan dan laba kuartal III di atas perkiraan. Sebaliknya, saham Elevance Health naik sekitar 1,1% setelah perusahaan asuransi kesehatan tersebut menaikkan proyeksi laba untuk 2026. Investor juga menantikan laporan keuangan Meta Platforms dan Tesla yang dijadwalkan dirilis setelah perdagangan berakhir. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News