Wall Street Menguat Setelah Bos The Fed Beri Isyarat Kemungkinan Kenaikan Bunga Lagi



KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Indeks saham Wall Street menguat di akhir pekan, Jumat (25/8), karena investor mencerna komentar Ketua Federal Reserve Jerome Powell bahwa bank sentral Amerika Serikat (AS) mungkin perlu menaikkan suku bunga lebih lanjut untuk memastikan inflasi terkendali.

Powell juga mengakui bahwa tekanan harga telah mereda dalam pidato yang sangat dinantikan pada Simposium Kebijakan Ekonomi di Jackson Hole, Wyoming.

Jumat (25/8), indeks Dow Jones Industrial Average naik 247,48 poin atau 0,73% menjadi 34.346,9. IndeksĀ  S&P 500 bertambah 29,4 poin atau 0,67% ke level 4.405,71.


Sementara indeks Nasdaq Composite bertambah 126,67 poin, atau 0,94% menjadi 13.590,65.

Seperti dikutip Reuters, dalam pidatonya di Jackson Hole, Powell menunjukkan bahwa dia senang dengan kebijakan moneter telah berjalan dan bagaimana inflasi telah diturunkan.

"Namun dia masih berpegang teguh pada anggapan bahwa mereka mengawasinya dengan hati-hati dan masih ada pekerjaan yang harus dilakukan," kata Michael Arone, kepala strategi investasi di State Street Global Advisors di Boston.

Baca Juga: Powell: The Fed Mungkin Perlu Menaikkan Suku Bunga Lebih Lanjut

Menyusul komentar Powell pada hari Jumat, ekspektasi kenaikan suku bunga pada bulan November meningkat dari hari sebelumnya, menurut alat FedWatch CME Group.

Sebagian besar trader masih memperkirakan The Fed akan menunda kenaikan suku bunga pada bulan September.

Jumat (25/8), seluruh sektor utama S&P 500 menguat, dengan sektor konsumen, teknologi, dan energi menjadi sektor yang memperoleh keuntungan terbesar.

Indeks S&P 500 dan Nasdaq juga berakhir lebih tinggi untuk minggu ini, dengan Nasdaq naik sekitar 2,3% selama sepekan dan mengakhiri penurunan tiga minggu berturut-turut.

Pasar naik menjelang laporan hasil kinerja kuartal kedua Nvidia pada Rabu mendatang.

Produsen chip yang dirancang untuk kecerdasan buatan ini, memberikan perkiraan optimis dalam laporannya.

Di sektor pengecer, saham Gap naik 7,2% setelah perusahaan melampaui perkiraan laba kuartal kedua. Sementara saham Nordstrom turun 7,7% setelah jaringan department store tidak mengubah perkiraannya.

Baca Juga: Harga Emas Terkoreksi, Investor Menanti Pidato Gubernur The Fed di Jackson Hole

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Khomarul Hidayat