Wall Street Menguat Setelah Rilis Data Nonfarm Payrolls



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks saham utama Wall Street naik pada hari Jumat. Data pekerjaan bulan Maret yang lebih kuat dari perkiraan menunjukkan ketahanan di pasar tenaga kerja Amerika Serikat (AS) meskipun itu berarti Federal Reserve tidak akan terburu-buru menurunkan suku bunga.

Jumat (5/4) pukul 22.14 WIB, Dow Jones Industrial Average naik 0,56% ke 38.806. Indeks S&P 500 naik 0,81% ke 5.188. Nasdaq Composite menguat 0,99% ke 16.208.

Laporan Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan nonfarm payrolls meningkat sebesar 303.000 pekerjaan di bulan Maret. Angka ini jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan ekspektasi kenaikan sebesar 200.000, menurut para ekonom yang disurvei oleh Reuters.


Tingkat pengangguran berada di angka 3,8% dibandingkan dengan ekspektasi stabil di angka 3,9%. Sementara upah rata-rata yang diperoleh naik 0,3% setiap bulan, sejalan dengan perkiraan.

“Titik data yang berarti adalah pendapatan rata-rata per jam, yang kini telah turun menjadi 4,1% dari tahun ke tahun, yang merupakan level terendah sejak Juni 2021,” kata David Waddell, CEO dan kepala strategi investasi di Waddell & Associates kepada Reuters.

Baca Juga: IHSG Melemah Tipis dalam Perdagangan Sepekan, Simak Review dan Rekomendasi Analis

Pasar uang sekarang memperkirakan sekitar 56% peluang penurunan suku bunga setidaknya 25 basis poin dari bank sentral pada bulan Juni. Taruhan penurunan suku bunga ini berkurang dari sekitar 60% sebelum rilis data, menurut alat CME FedWatch.

Namun, imbal hasil obligasi Treasury AS naik setelah data tersebut dirilis. Imbal hasil obligasi US Treasury tenor 10 tahun bertahan di 4,36%.

Laporan hari Jumat ini mengikuti aksi jual pasar yang lebih luas di hari sebelumnya. Pada perdagangan kemarin, ketiga indeks saham utama turun lebih dari 1% setelah komentar hawkish dari pejabat Fed.

Presiden Bank Fed Minneapolis Neel Kashkari kemarin mengatakan, meskipun ia telah merencanakan dua penurunan suku bunga untuk tahun ini pada pertemuan bank sentral AS bulan lalu, hal tersebut mungkin tidak diperlukan jika inflasi terus melampaui target The Fed.

Investor sekarang akan mencari petunjuk lebih lanjut mengenai kebijakan moneter dalam komentar Gubernur Fed Michelle Bowman dan Presiden Fed Dallas Lorie Logan, yang dijadwalkan akan berbicara pada hari ini.

Baca Juga: Rekomendasi Saham Pilihan Usai IHSG Berfluktuasi Kencang Sebelum Libur Panjang

Sejumlah data ekonomi yang beragam selama minggu ini, seperti laporan aktivitas jasa yang melemah, laporan manufaktur yang lebih kuat, dan komentar dari para pembuat kebijakan telah menekan pasar saham, dengan ketiga indeks tersebut menuju kerugian mingguan.

Sepuluh dari 11 sektor utama S&P 500 diperdagangkan lebih tinggi. Sektor consumer discretionary memimpin kenaikan, naik 0,4%.

Sebagian besar saham pertumbuhan megacap juga menguat di awal perdagangan. Harga saham Nvidia, Meta Platforms, dan Amazon.com naik antara 0,9% dan 1,4%.

Harga saham Krispy Kreme naik 8,5% setelah Piper Sandler meningkatkan rekomendasi emiten ini menjadi overweight dari neutral.

Harga saham Shockwave Medical naik 1,7% setelah Johnson & Johnson setuju untuk mengakuisisi pembuat peralatan medis itu seharga US$ 12,5 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati