Wall Street Menguat Tajam Jelang Pengumuman Kebijakan The Fed



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Wall Street menguat tinggi di pertengahan pekan ini. Rabu (26/1) pukul 22.00 WIB, Dow Jones Industrial Average menguat 1,45% ke 34.797. Indeks S&P 500 menguat 1,38% ke 4.416. Sedangkan Nasdaq Composite melesat 2,45% ke 13.873.

Outlook gemilang dari Microsoft menempatkan indeks saham AS di jalur penguatan dua hari perdagangan yang bergejolak dan menjelang hasil pertemuan kebijakan Federal Reserve.

Harga saham Microsoft Corp naik 5,3% di pembukaan perdagangan setelah memperkirakan pendapatan tiga bulan pertama 2022 secara luas di atas perkiraan pasar. Proyeksi ini didorong oleh bisnis cloud. Pembuat chip Texas Instruments Inc naik 4,6% karena juga memberikan prospek yang kuat.


Baca Juga: IHSG Berpotensi Rebound pada Kamis (27/1) Esok

Prakiraan positif mengangkat saham terkait teknologi. Harga saham Meta Platforms, Apple Inc, pemilik Google Alphabet Inc, Amazon.com, Advanced Micro Devices dan Nvidia Corp naik antara 2,1% dan 4,4%.

Saham teknologi dan pertumbuhan yang sensitif terhadap suku bunga baru-baru ini diguncang oleh kekhawatiran tindakan agresif The Fed untuk memerangi inflasi. Ketegangan geopolitik yang meningkat di sekitar Rusia dan Ukraina juga membebani pasar.

Keputusan kebijakan Fed dijadwalkan pada pukul 2 siang waktu setempat dengan bank sentral AS diperkirakan akan memberi sinyal dimulainya siklus kenaikan suku bunga mulai Maret. Pengumuman tersebut akan diikuti oleh konferensi pers Gubernur The Fed Jerome Powell mengenai petunjuk besaran dan laju kenaikan untuk tahun ini serta strategi untuk menyusutkan neraca bank sentral sekitar US$ 9 triliun.

Baca Juga: IHSG Berpotensi Melanjutkan Penguatan Pada Kamis (27/1)

Para trader memperkirakan kenaikan suku bunga acuan Fed Fund Rate 25 basis poin di bulan Maret dan tiga kenaikan lagi mendekati akhir tahun.

"Kita akan mendapatkan kejelasan di sekitar jalur kenaikan suku bunga yang tentu saja dapat menenangkan pasar dan mengurangi volatilitas," kata Mike Skillman, chief executive officer di Faith Investor Services kepada Reuters.

"Ketika suku bunga naik, valuasi menjadi lebih penting sehingga laba menjadi lebih penting. Dari perspektif pasar, laba akan membaik," imbuh Skillman.

Musim pelaporan kuartal keempat sedang berlangsung. Menurut Refinitiv, analis memperkirakan pendapatan S&P 500 tumbuh 24,1% secara tahunan.

Baca Juga: Rupiah Berpotensi Melemah Pasca FOMC Meeting Besok, Kamis (27/1)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati