Wall Street Mixed, Investor Cermati Ketegangan Timur Tengah dan Rilis Data Ekonomi



KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Indeks utama Wall Street dibuka bervariasi alias mixed pada perdagangan Jumat (14/8/2026). Investor mencermati data penjualan ritel dan perkembangan terkini di Timur Tengah.

Mengutip Reuters, pada bel pembukaan perdagangan, indeks Dow Jones Industrial Average naik 2,8 poin, atau 0,01% ke level 53.842,8. S&P 500 naik 7,6 poin, atau 0,10% ke level 7.806,6, sementara Nasdaq Composite naik 48,1 poin, atau 0,18%, menjadi 26.851,148.

Biro Sensus Departemen Perdagangan mencatat, penjualan ritel turun 0,6% bulan lalu setelah kenaikan 0,2% (tanpa revisi) pada bulan Juni. 


Para ekonom yang disurvei oleh Reuters sebelumnya memperkirakan penjualan ritel—yang sebagian besar mencakup barang dan belum disesuaikan dengan inflasi—akan naik tipis sebesar 0,1%.

Baca Juga: Pengendali Anyar DOOH Ternyata Baru Berdiri, Kuasai 51% Saham & Wajib Tender Offer

"Laporan minggu ini sebenarnya memberikan lebih banyak pilihan bagi komite (The Fed)... dan tidak mengecewakan pasar," ujar Bob Lang, pendiri sekaligus kepala strategi di Explosive Options.

"Jika mereka menaikkan suku bunga pada pertemuan berikutnya, itu bukanlah hal yang buruk... Jika mereka tidak mengubah kebijakan, itu berarti mereka yakin bahwa tren inflasi bergerak ke arah yang tepat."

Data inflasi produsen dan konsumen yang moderat awal pekan ini telah meredakan kekhawatiran mengenai kenaikan suku bunga Federal Reserve pada bulan September, sehingga mendorong indeks S&P 500. 

Indeks ini berada di jalur yang tepat untuk mencatat kenaikan mingguan ketiga berturut-turut—bersama dengan Nasdaq—yang merupakan rekor kenaikan terpanjang sejak awal April.

Namun, konflik di Timur Tengah terus membebani sentimen investor setelah lalu lintas di Selat Hormuz tampak hampir terhenti total akibat serangan terhadap dua kapal lagi di wilayah tersebut, ditambah pernyataan AS bahwa mereka dapat mempertahankan blokade angkatan laut terhadap Iran untuk jangka waktu tak terbatas.

Investor mungkin mulai tidak terlalu terpengaruh oleh guncangan geopolitik, namun bank sentral belum bisa mengabaikan perkembangan terbaru ini, kata Elwin de Groot, kepala strategi makro Rabobank.

Di tengah harga energi yang masih tinggi dan minimnya arahan dari Ketua Federal Reserve Kevin Warsh mengenai langkah bank sentral selanjutnya, para investor kini mencermati data ekonomi dengan lebih seksama.

Baca Juga: Rupiah Berpeluang Menguat Pekan Depan, Pelaku Pasar Wajib Waspadai 2 Risiko Ini

Di antara saham-saham yang bergerak aktif pada sesi pre market, saham Applied Materials turun 6%, meskipun perusahaan pembuat peralatan cip tersebut memproyeksikan pendapatan kuartal keempat melampaui perkiraan Wall Street. Nilai sahamnya telah meningkat lebih dari dua kali lipat sepanjang tahun ini.

Investor cenderung melepas saham-saham terkait AI saat melihat tanda-tanda awal perlambatan pertumbuhan—bahkan ketika perusahaan melaporkan kinerja yang kuat dan proyeksi yang optimistis—sembari memberikan apresiasi kepada perusahaan yang investasi AI-nya telah menghasilkan imbal hasil nyata.

Saham Reddit melonjak lebih dari 11% setelah perusahaan media sosial tersebut terpilih untuk masuk ke dalam indeks S&P 500, efektif mulai 18 Agustus.

Saham Kelas A Fox Corp naik 3,1% setelah J.P. Morgan menaikkan peringkat perusahaan media tersebut dari netral menjadi overweight.

Saham sejumlah produsen drone naik setelah Presiden Donald Trump menyatakan bahwa ia akan mengenakan tarif impor terhadap drone beserta komponennya.

Pejabat Federal Reserve Chicago, Austan Goolsbee, menyatakan pada Kamis malam bahwa data inflasi AS terkini menunjukkan perbaikan "sedikit lebih baik," dan ia berharap tren perbaikan inflasi tersebut dapat berlanjut.

Komentar dari Pejabat Sementara Presiden Federal Reserve Atlanta, Cheryl Venable, serta data awal sentimen konsumen dari University of Michigan akan menjadi sorotan utama pasar pada hari ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News