Wall Street Naik, Data Mendukung Pandangan The Fed Mungkin Tak Perlu Kerek Suku Bunga



KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Indeks utama Wall Stree ditutup menguat tajam pada akhir perdagangan Selasa (14/11). Data inflasi yang lebih lemah dari perkiraan mendukung pandangan bahwa Federal Reserve mungkin telah selesai menaikkan suku bunga.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 89,83 poin atau 1,43% ke 34.827,70, S&P 500 naik 84,15 poin atau 1,91% ke 2.125,81 dan Nasdaq Comosite naik 326,64 poin atau 2,37% ke 14.094,38.

Indeks perbankan regional KBW naik 7,5%, persentase kenaikan harian terbesar sejak Januari 2021.


Volume perdagangan saham di bursa mencapai 12,62 miliar saham dengan rata-rata 11,09 miliar dalam 20 hari perdagangan terakhir.

Baca Juga: Wall St Berseri, S&P dan Nasdaq di Level Tertinggi 2 Bulan Setelah Inflasi Mendingin

Mengutip Reuters, data menunjukkan harga konsumen AS tidak berubah pada bulan Oktober karena masyarakat Amerika membayar lebih sedikit untuk bensin, dan kenaikan inflasi tahunan merupakan yang terkecil dalam dua tahun terakhir. 

Dalam 12 bulan hingga Oktober, CPI naik 3,2%, di bawah perkiraan ekonom, setelah naik 3,7% pada bulan September.

"Katalis yang jelas adalah laporan inflasi yang lebih lemah dari perkiraan," kata Craig Fehr, kepala strategi investasi di Edward Jones.

“Mendapatkan pembacaan inflasi yang lebih lemah memberi pasar kenyamanan tambahan bahwa Fed tidak perlu menerapkan sejumlah besar kebijakan pembatasan tambahan untuk terus menurunkan harga konsumen.”

Baca Juga: Wall Street Mixed di Awal Pekan, Investor Menunggu Data Inflasi AS

Sejak Maret 2022, The Fed telah menaikkan suku bunga kebijakannya sebesar 525 basis poin untuk melawan inflasi.

Ekspektasi terhadap penurunan suku bunga The Fed tahun depan juga bergeser mengikuti data yang dirilis hari ini. Suku bunga berjangka AS pada hari Selasa memperkirakan peluang penurunan suku bunga sebesar 65% di bulan Mei, dibandingkan dengan 34% pada hari Senin, menurut alat FedWatch CME.

Investor juga fokus pada negosiasi yang dilakukan anggota parlemen AS mengenai rancangan undang-undang pendanaan karena mereka menghadapi tenggat waktu akhir minggu ini untuk mendanai pemerintah federal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Herlina Kartika Dewi