Wall Street rekor, inilah rupa bursa Asia pagi ini



TOKYO. Pasar saham Asia diperdagangkan mixed pada transaksi perdagangan Kamis (16/2). Data yang dihimpun CNBC menunjukkan, pada pukul 08.20 waktu Singapura, indeks Nikkei 225 Stock Average Jepang turun 0,16% di awal perdagangan.

Sementara, indeks Kospi Korea Selatan bergerak naik 0,33%. Di Australia, indeks ASX 200 turun 0,13% setelah sebelumnya sempat naik 0,3%.

Wajah bursa Asia beragam kendati Wall Street ditutup positif dan mencatatkan rekor baru tadi malam. Para trader terus bertaruh mengenai rencana kebijakan Presiden AS Donald Trump terkait pemangkasan pajak dan mendongkrak anggaran.


Pada Rabu (14/2) kemarin, Pimpinan The Federal Reserve Janet Yellen memberikan testimoni di hadapan Kongres AS selama dua hari berturut-turut di mana dia mengakui lemahnya perekonomian AS. Namun kebijakan The Fed sudah membantu perekonomian mendekati target bank sentral khususnya dari sisi tenaga kerja dan inflasi.

Sehari sebelumnya, Yellen meningkatkan ekspektasi market akan kemungkinan kenaikan suku bunga pada Maret mendatang dengan mengatakan merupakan hal yang tidak bijaksana bagi The Fed untuk menanti terlalu lama.

"Yang terpenting saat ini adalah market cukup nyaman dengan pernyataan hawkish The Fed dan kita bisa mengatakan pernyataan hawkish sekarang dianggap positif bagi pasar saham," papar Chris Weston, chief market strategist IG Ltd.

Dari sisi korporat, bank asal Singapura DBS Group mengatakan bahwa laba bersih di kuartal empat 2016 turun hampir 9% dibanding periode yang sama tahun lalu menjadi S$ 913 juta.

Sementara, saham Toshiba terus tertekan pada pagi ini. Toshiba anjlok 2,05% saat pembukaan market. Di sesi sebelumnya, saham perusahaan elektonik ini merosot hingga 8%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie