Wall Street: S&P dan Nasdaq Naik, Dipicu Turunnya Harga Minyak & Optimisme Teknologi



KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Indeks Utama Wall Street dibuka beragam pada perdagangan Selasa (29/9/2026), dengan indeks S&P 500 dan Nasdaq naik, ditopang oleh penurunan Harga minyak. Sementara laporan media mengenai rincian penawaran umum (IPO) Anthropic turut memperkuat sentimen terhadap saham-saham teknologi.

Mengutip Reuters, pada bel pembukaan perdagangan, indeks Dow Jones Industrial Average turun 64,6 poin, atau 0,13%, ke level 51.416,96. S&P 500 naik 15,9 poin, atau 0,21% ke level 7.699,6, sementara Nasdaq Composite naik 84,22 poin, atau 0,31%, menjadi 26.904,60.

Kontrak berjangka minyak mentah Brent turun lebih dari 1% karena fokus pasar tetap tertuju pada pasokan dari Timur Tengah, meskipun masih ada kekhawatiran mengenai gangguan akibat konflik yang melibatkan Iran.


Saham-saham teknologi bergerak naik setelah prospektus IPO Anthropic menunjukkan pertumbuhan pesat laboratorium AI tersebut dalam setahun terakhir, diiringi dengan kerugian yang juga membengkak. 

Baca Juga: Asing Kabur Rp 105 Triliun dari Saham, Begini Potensi Outflow di Kuartal IV 2026

Anthropic menargetkan valuasi lebih dari US$ 2 triliun dalam penawaran umum, yang berpotensi menjadikannya tolok ukur bagi cara Wall Street menilai perusahaan-perusahaan AI terkemuka.

"Pasar saat ini berada dalam fase yang menuntut pembuktian kinerja nyata. Pertumbuhan laba memang fenomenal, namun ekspektasi sangat tinggi dan banyak kabar positif yang sudah tercermin dalam harga saham," ujar Newton Jones, direktur pelaksana eksekutif di Zizmer-Jones Private Wealth Management Group di Steward Partners.

Sebagian besar perusahaan terkait cip mengalami kenaikan dalam perdagangan pra-pasar setelah aksi jual di seluruh sektor pada hari Senin. Marvell Technology, Micron Technology, dan Broadcom masing-masing naik sekitar 1%.

Saham Nvidia naik tipis 0,7%, melanjutkan penguatan hari Senin ketika perusahaan paling bernilai di dunia tersebut meningkatkan otorisasi pembelian kembali sahamnya hingga mencapai rekor $150 miliar.

Tema AI, yang telah mendorong sebagian besar tren kenaikan pasar (bull run) sejak Oktober 2022, tetap menjadi faktor krusial. Pernyataan dari CEO OpenAI, Sam Altman, dalam acara DevDay perusahaan yang akan berlangsung hari ini akan menjadi sorotan para investor.

Data ekonomi belakangan ini mendapat perhatian lebih cermat seiring dengan sikap Federal Reserve yang mengurangi komentar mengenai langkah kebijakan di masa depan di bawah kepemimpinan Ketua Kevin Warsh. 

Para pedagang saat ini melihat adanya peluang sebesar 70% untuk kenaikan suku bunga lanjutan pada bulan Oktober, menurut data CME FedWatch Tool.

Baca Juga: IHSG Ditutup Melemah 0,43% Pada Selasa (29/9), Cek Proyeksinya untuk Rabu (30/9/2026)

"Kondisi ekonomi tetap relatif kuat. Inflasi sudah sangat mengakar dan data prospektif terus menunjukkan ketahanan, yang membatasi fleksibilitas para pembuat kebijakan," tambah Jones. 

Data lowongan kerja untuk bulan Agustus dijadwalkan rilis hari ini, yang merupakan data ekonomi pertama dari serangkaian data yang akan diumumkan sepanjang minggu ini. Setidaknya enam pejabat Federal Reserve (The Fed)—termasuk Presiden The Fed wilayah New York, John Williams—dijadwalkan untuk memberikan pernyataan pada hari Selasa ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News