Wall Street Tergelincir karena Kegelisahan Inflasi Terus Berlanjut



KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Wall Street tergelincir di awal perdagangan hari ini (15/3). Sentimen bagi indeks saham Amerika Serikat (AS) ini datang setelah kekhawatiran bahwa inflasi yang tinggi dapat berdampak pada waktu penurunan suku bunga pertama oleh Federal Reserve yang mengguncang saham yang sensitif terhadap suku bunga jelang pertemuan bank sentral minggu depan.

Jumat (15/3), indeks Dow Jones Industrial Average turun 149,00 poin atau 0,38% ke 38.756,66, indeks S&P 500 melemah 33,83 poin, atau 0,66% menjadi 5.116,65 dan Nasdaq Composite turun 141,76 poin atau 0,88% ke 15.986,77.

Delapan dari 11 sektor utama di indeks S&P 500 diperdagangkan melemah, dengan teknologi informasi menjadi sektor yang paling terpukul, turun 1,4%.


Pada sesi sebelumnya, Wall Street ditutup melemah setelah data harga produsen lebih kuat dari perkiraan, menambah kekhawatiran seputar inflasi dan mengirim imbal hasil obligasi acuan tenor 10 tahun ke level tertinggi dalam dua minggu.

Baca Juga: Saham Favorit Investor Asing Ini Layak Koleksi Saat IHSG di Level All Time High

Para investor mengekang taruhan penurunan suku bunga The Fed pada bulan Juni menjadi sekitar 57% dari 73% pada minggu lalu, menurut CME FedWatch Tool.

Semua perhatian kini tertuju pada pertemuan The Fed di minggu depan untuk mencari kemungkinan petunjuk mengenai waktu siklus pelonggaran suku bunga bank sentral.

"(Masyarakat menantikan) lebih banyak percakapan yang muncul dari pertemuan The Fed yang mengindikasikan kemungkinan penurunan suku bunga tahun ini, dan kemudian rilis dot plot di sekitar ekspektasi The Fed terhadap jalur suku bunga di masa depan," kata Russell Hackmann, presiden di Hackmann Wealth Partners.

Menambah kekhawatiran, produksi di pabrik-pabrik AS meningkat lebih dari perkiraan pada bulan Februari, namun data untuk bulan sebelumnya direvisi turun tajam, karena manufaktur masih terhambat oleh kenaikan suku bunga.

Pembacaan awal Universitas Michigan mengenai indeks sentimen konsumen secara keseluruhan mencapai 76,5 bulan ini, dibandingkan perkiraan 76,9.

Jumat juga menandai berakhirnya kontrak derivatif triwulanan yang terkait dengan saham, opsi indeks, dan kontrak berjangka secara bersamaan, yang juga dikenal sebagai "triple witching".

Baca Juga: Fitch Mempertahankan Peringkat Indonesia di Level BBB, Begini Tanggapan Bos BI

Sebagian besar saham pertumbuhan megacap berada di bawah tekanan, dengan Microsoft turun 1,7%. Sementara, raksasa AI Nvidia kehilangan 0,6%.

Saham semikonduktor turun 0,8%, berada di jalur untuk menghentikan kenaikan beruntun tiga minggunya. Konferensi pengembang GTC global yang diadakan pada tanggal 18 hingga 21 Maret akan diawasi dengan ketat untuk mengetahui pengumuman terkait AI.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Anna Suci Perwitasari