Wall Street Tertekan, Investor Cermati Konflik AS-Iran dan Prospek AI



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa saham Amerika Serikat (AS) bergerak cenderung melemah pada awal perdagangan Senin (17/8/2026), seiring investor mencermati meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran. Di sisi lain, prospek pendapatan yang kuat dari perusahaan kecerdasan buatan (AI) Anthropic menopang sejumlah saham teknologi.

Ketegangan geopolitik menjadi salah satu perhatian utama pasar setelah seorang pejabat senior Iran mengatakan kepada Reuters bahwa Teheran akan meningkatkan ketegangan di Selat Hormuz dan kawasan yang lebih luas apabila diplomasi dengan AS gagal.

Pernyataan tersebut menunjukkan adanya perubahan kebijakan Iran yang kini lebih mengandalkan pendekatan ofensif dibandingkan defensif.


Harga minyak mentah Brent juga merespons perkembangan tersebut dengan naik sekitar 0,4%. Kenaikan harga minyak turut menopang indeks sektor energi S&P 500 yang menguat 0,2%.

"(Investor) mengatakan kepada diri mereka sendiri bahwa perang selalu berakhir. Saya tidak berpikir ada yang memperhitungkan bahwa perang ini masih bisa berlangsung ketika kita mendekati akhir musim panas," kata David Morrison, analis pasar senior di Trade Nation.

Baca Juga: Cermati Rekomendasi Saham dan Prospek Emiten Bahan Baku

Prospek Anthropic Angkat Saham Teknologi

Di tengah sentimen geopolitik, saham sektor teknologi mendapat dukungan dari prospek bisnis Anthropic. Reuters pada Jumat (14/8/2026) melaporkan bahwa perusahaan pengembang AI tersebut, yang tengah mempersiapkan penawaran umum perdana (IPO), memperkirakan pendapatan pada 2028 mencapai sekitar US$190 miliar hingga US$200 miliar.

Proyeksi tersebut, menurut dua sumber yang mengetahui kondisi keuangan perusahaan, memberikan sentimen positif bagi saham-saham terkait AI.

Saham produsen chip memimpin penguatan. Micron Technology naik 4,5%, sementara Sandisk melonjak 6,7%.

Indeks sektor teknologi S&P 500 juga naik 0,1%, sehingga mampu membatasi pelemahan indeks secara keseluruhan dan membuat Nasdaq yang sarat saham teknologi relatif datar.

Investor selanjutnya akan mencermati laporan keuangan Nvidia pada pekan depan. Perusahaan produsen chip tersebut merupakan perusahaan dengan nilai kapitalisasi pasar terbesar di dunia. Laporan kinerja Nvidia akan menjadi salah satu indikator penting untuk melihat apakah momentum pertumbuhan yang didorong sektor teknologi masih dapat berlanjut.

Saham Nvidia naik 0,2% pada awal perdagangan.

Danni Hewson, kepala analisis keuangan di AJ Bell, mengatakan kejelasan mengenai investasi AI dan sumber keuntungan dari investasi tersebut mulai meredakan kekhawatiran pasar mengenai potensi ledakan investasi AI yang kemudian berujung pada pelemahan tajam.

Baca Juga: Saham Intermedia (MDIA) Melejit 318% Akhirnya Disuspensi BEI, Manajemen Buka Suara

Wall Street Melemah

Pada pukul 09.40 waktu setempat atau sekitar 20.40 WIB, Dow Jones Industrial Average turun 164,46 poin atau 0,31% menjadi 53.567,95.

Sementara itu, indeks S&P 500 melemah 10,71 poin atau 0,14% menjadi 7.775,01. Nasdaq Composite turun tipis 2,43 poin atau 0,01% menjadi 26.726,73.

Penurunan saham UnitedHealth dan McDonald's turut menekan pergerakan Dow Jones.

Saham perusahaan semikonduktor sebelumnya sempat terpukul akibat kekhawatiran investor mengenai tingkat keuntungan dari investasi AI. Namun, kinerja kuartalan yang kuat serta proyeksi permintaan yang tetap solid kembali mendorong Nasdaq mendekati level tertinggi sepanjang masa.

S&P 500 sendiri mencatat rekor penutupan tertinggi pada Kamis (13/8/2026), setelah data inflasi AS yang lebih rendah dari perkiraan membantu investor mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) pada pertemuan September.

Berdasarkan CME FedWatch, pelaku pasar kini memperkirakan peluang The Fed menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada bulan depan hampir 31%. Angka tersebut turun tajam dibandingkan sepekan sebelumnya ketika peluang kenaikan suku bunga dan mempertahankan suku bunga berada di kisaran seimbang.

Meski demikian, Wells Fargo Investment Institute mengubah proyeksi kebijakan moneternya. Lembaga tersebut kini memperkirakan The Fed masih akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada tahun ini, berbeda dari proyeksi sebelumnya yang memperkirakan tidak ada perubahan.

Baca Juga: Cahayasakti (CSIS) Genjot Kawasan Industri Cikembar & Tenjojaya Hills, Ini Prospeknya

Investor Tunggu Kinerja Walmart dan Home Depot

Selain Nvidia, investor juga akan mencermati laporan keuangan Walmart dan Home Depot pada pekan ini. Kedua perusahaan tersebut menjadi beberapa emiten besar yang masih akan menyampaikan kinerja pada musim laporan keuangan kali ini.

Pergerakan sejumlah saham lainnya juga menjadi perhatian. Saham Vista yang tercatat di AS menguat 5,3% setelah investor Peter Thiel membeli sekitar 1% saham perusahaan minyak asal Amerika Latin tersebut.

Di Bursa Efek New York (NYSE), jumlah saham yang melemah lebih banyak dibandingkan saham yang menguat dengan rasio 1,55 banding 1. Di Nasdaq, rasio saham yang turun dibandingkan yang naik mencapai 1,43 banding 1.

S&P 500 mencatat delapan saham yang mencetak level tertinggi baru dalam 52 minggu dan tidak mencatat saham yang mencapai level terendah baru.

Sementara itu, Nasdaq Composite mencatat 29 saham yang mencapai level tertinggi baru dan 34 saham yang mencetak level terendah baru.

Perkembangan konflik AS-Iran, harga minyak, kebijakan suku bunga The Fed, serta prospek investasi AI menjadi sejumlah faktor utama yang akan menentukan arah pasar saham AS dalam perdagangan berikutnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News