Wall Street Turun, Imbas Penurunan Penjualan Target Corp dan Kurangnya Pasokan Micron



KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Indeks utama Wall Street ditutup melemah pada akhir perdagangan Rabu (16/11) karena prospek suram dari penjualan Target Corp memicu kekhawatiran baru tentang prospek peritel menuju musim liburan. Sementara saham semikonduktor merosot secara luas setelah pemangkasan pasokan Micron. 

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 39,09 poin atau 0,12% ke 33.553,83, S&P 500 turun 32,94 poin atau 0,83% ke 3.958,79 dan Nasdaq Composite turun 174,75 poin atau 1,54% ke 11.183,66.

Volume perdagangan saham di bursa AS mencapai 10,5 miliar saham dengan rata-rata 12,2 miliar saham dalam 20 hari perdagangan terakhir.


Saham Target Corp anjlok 13,1% setelah peritel besar itu memperkirakan penurunan yang mengejutkan pada penjualan kuartal liburan.

Baca Juga: Wall Street Turun di Awal Perdagangan Rabu (17/11), Investor Memantau Isu Geopolitik

Saham Micron Technology turun 6,7% setelah perusahaan mengatakan akan mengurangi pasokan chip memori dan memangkas lebih banyak rencana belanja modalnya.

Sektor teknologi informasi S&P 500 turun 1,4% dan indeks Philadelphia SE Semiconductor melorot 4,3%.

“Masalah sektor terbesar adalah pendapatan Target dan apa artinya bagi belanja ritel dan konsumen secara umum. Saya pikir itu telah mengatur nada untuk pasar," kata Chuck Carlson, chief executive officer di Horizon Investment Services di Hammond, Indiana seperti dikutip Reuters.

"Berita Micron tentu saja menyebabkan beberapa investor teknologi mengambil sebagian dari keuntungan jangka pendek ini karena tampaknya fundamental masih belum bagus di ruang teknologi," kata Carlson.

Terlepas dari peringatan penjualan dari Target, data menunjukkan penjualan ritel AS meningkat lebih dari yang diharapkan pada Oktober karena rumah tangga meningkatkan pembelian kendaraan bermotor, menunjukkan belanja konsumen meningkat di awal kuartal keempat.

Masih di sektor ritel, saham Lowe's naik 3% setelah perusahaan perbaikan rumah itu menaikkan perkiraan laba tahunannya.

Saham telah melakukan reli besar selama sebulan terakhir, setelah data inflasi yang lebih lemah dari perkiraan meningkatkan harapan Federal Reserve bisa menjadi kurang agresif dengan kenaikan suku bunga.

"Pasar telah melihat peningkatan yang baik dari posisi terendah tersebut dan terus bergerak lebih tinggi," kata George Catrambone, kepala perdagangan Amerika di DWS Group. 

"Pasar memiliki banyak hal untuk dipikirkan dan dicerna saat kita memasuki akhir tahun."

Baca Juga: Wall Street Menguat Ditopang Data Inflasi AS, Sentimen Geopolitik Membayangi

Pejabat Federal Reserve AS Christopher Waller, seorang "hawk" awal dan blak-blakan dalam upaya bank sentral untuk menghadapi inflasi, mengatakan dia sekarang lebih nyaman dengan kenaikan suku bunga yang lebih kecil ke depan setelah data terbaru menunjukkan laju kenaikan inflasi melambat.

Investor juga memperhatikan ketegangan geopolitik. Sebuah rudal yang menghantam Polandia mungkin ditembakkan oleh pertahanan udara Ukraina dan bukan serangan Rusia, kata Polandia dan NATO, meredakan kekhawatiran global bahwa perang di Ukraina dapat meluas melintasi perbatasan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Herlina Kartika Dewi