Walt Disney Bidik Penghematan 20%, Ribuan Karyawan Terancam PHK



KONTAN.CO.ID - Raksasa hiburan Walt Disney dikabarkan tengah mempertimbangkan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap ribuan karyawan.

Perusahaan juga meminta sejumlah manajer menargetkan penghematan biaya operasional tahunan hingga 20%.

Mengutip Bloomberg News, Senin (2/11/2026), rencana restrukturisasi tersebut dilakukan di tengah berbagai tantangan bisnis yang dihadapi Disney di bawah kepemimpinan CEO Josh D'Amaro. Laporan itu mengutip sejumlah sumber yang mengetahui persoalan tersebut.


Baca Juga: AS Diam-Diam Lancarkan Serangan Terbatas ke Pulau Qeshm, Iran

Tantangan yang dihadapi Disney antara lain meningkatnya penggunaan kecerdasan buatan (AI), melemahnya pendapatan box office, persaingan yang semakin ketat dengan perusahaan layanan streaming, serta perlambatan jumlah kunjungan wisatawan internasional ke taman hiburannya.

Menurut laporan Bloomberg, sejumlah divisi operasional Disney diperkirakan akan menanggung porsi pengurangan karyawan lebih besar dibandingkan unit lainnya.

Di sisi lain, D'Amaro berencana menginvestasikan kembali sebagian penghematan biaya tersebut untuk memperkuat bisnis film dan program televisi, teknologi, taman hiburan, serta kapal pesiar Disney.

Disney belum segera memberikan tanggapan atas permintaan komentar Reuters di luar jam kerja reguler.

Laporan tersebut belum merinci jumlah posisi yang berpotensi terdampak PHK. Hingga akhir tahun fiskal 2025, Disney tercatat memiliki sekitar 231.000 karyawan.

Dalam beberapa tahun terakhir, Disney memang terus melakukan pengurangan tenaga kerja sebagai bagian dari strategi meningkatkan profitabilitas perusahaan.

Pada September 2026, Reuters melaporkan Disney memangkas beberapa ratus karyawan di divisi sumber daya manusia dan teknologi.

Baca Juga: AS Serang Pulau Qeshm Iran, Harga Minyak Brent Kembali Tembus US$ 105

Sebelumnya, perusahaan juga memangkas sekitar 1.000 posisi pada April 2026 dan beberapa ratus pekerjaan sepanjang 2025.

Langkah pengurangan karyawan dalam skala lebih besar pernah dilakukan Disney pada 2023. Saat itu, perusahaan memangkas sekitar 7.000 posisi sebagai bagian dari upaya mantan CEO Bob Iger menghemat biaya hingga US$ 5,5 miliar.

Tren efisiensi juga terjadi di industri media dan hiburan global. Sejumlah perusahaan, termasuk Netflix dan Skydance yang mengakuisisi Warner Bros Discovery awal tahun ini, turut melakukan pemangkasan tenaga kerja untuk menekan biaya operasional.