Wamen ESDM ajak universitas kembangkan EBT



JAKARTA. Kebutuhan akan energi semakin hari semakin meningkat. Namun sumber energi yang saat ini ada mayoritas masih berasal dari energi fosil yang semakin hari semakin berkurang. Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arcandra Tahar dalam acara Halal bi Halal Alumni UPN Veteran Yogyakarta yang digelar di Kantor Kementerian ESDM Jakarta, Minggu (30/7), mengungkapkan, energi fosil suatu saat tidak bisa lagi diproduksi karena keterbatasan teknologi dan pengetahuan manusia. Dengan teknologi yang ada saat ini, jumlah cadangan minyak hanya berkisar 3,65 miliar barel yang diproyeksi akan habis dalam 12 tahun lagi.

Selain menciptakan teknologi untuk memproduksi minyak lebih banyak, Arcandra juga minta agar universitas seperti UPN Veteran Yogyakarta bisa berperan aktif mengembangkan energi baru terbarukan (EBT). "Apa lagi harapan kita kalau sudah tidak bisa diproduksikan lagi? Apakah mendorong EBT? Yang benar adalah pilihan terhadap EBT sebuah keharusan bukan memilih apakah fossil fuel atau EBT. Makanya pemerintah targetnya pada 2025 energy mix 23% EBT," ujar Arcandra, Minggu (30/7).

Arcandra berharap pengembangan EBT yang dilakukan universitas di Indonesia juga harusnya bisa ekonomis bagi industri. "Makanya syaratnya apakah dari UPN ada mengembangkan EBT, ada kemiri sunan, sorgum, tapi juga dipikirkan keekonomiannya. Kembangkan sesuai dengan keinginan industri, didorong penelitian sesuai kebutuhan industri," imbuhnya.


Selain mengembangkan EBT, Arcandra juga berharap universitas di Indonesia khususnya UPN Yogyakarta bisa bersinergi dengan Kementerian ESDM untuk membangun negeri. Apalagi dia menyebut UPN memiliki 59.000 alumni yang bisa membantu mengembangkan sektor ESDM.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Rizki Caturini