Wamenag Romo Syafi'i: Haji 2026 Tunjukkan Lompatan Besar Meski Ada Beberapa Catatan



KONTAN.CO.ID – MADINAH. Wakil Menteri Agama sekaligus anggota Amirul Hajj 2026, Romo Muhammad Syafi'i, menilai penyelenggaraan ibadah haji tahun ini menunjukkan lompatan besar dalam kualitas pelayanan jemaah Indonesia. Menurutnya, sejumlah aspek mulai dari seleksi kesehatan, transportasi, akomodasi, konsumsi, hingga layanan kesehatan berjalan lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Ia menilai perbaikan sudah terlihat sejak proses seleksi istitaah kesehatan di Indonesia. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan yang lebih ketat membuat jemaah yang berangkat benar-benar berada dalam kondisi yang memadai untuk menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji.

"Seleksi istitaah jauh lebih baik. Selain lebih ketat saat pendaftaran, juga berani memulangkan calon jemaah yang kesehatannya dinilai menurun. Sehingga yang berangkat relatif memiliki kesehatan yang mumpuni untuk melaksanakan ibadah haji," ujarnya saat diwawancarai di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, Arab Saudi, Selasa (2/6/2026) malam.


Dari sisi transportasi udara, Romo mengaku tidak menerima laporan gangguan berarti terkait penerbangan jemaah. Seluruh proses keberangkatan dinilai berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Setibanya di Arab Saudi, pelayanan transportasi darat juga mendapat apresiasi. Ia mengaku terkesan setelah mendengar langsung pengalaman jemaah yang merasa mendapatkan sambutan yang baik sejak tiba di Tanah Suci.

Baca Juga: Kemenhaj Catat 6.397 Jemaah dan Petugas Haji Telah Pulang ke Tanah Air

Menurutnya, banyak jemaah yang mengaku langsung diarahkan dan dilayani petugas menuju bus setibanya di bandara. Pengalaman seperti itu, kata dia, jarang terdengar pada penyelenggaraan haji sebelumnya.

Romo juga menyoroti kualitas hotel yang ditempati jemaah. Meski sempat muncul catatan terkait hotel di kawasan Al Hidayah yang berjarak lebih dari 12 kilometer dari Masjidil Haram, ia menilai fasilitas yang tersedia cukup baik.

Saat mengunjungi lokasi tersebut, sejumlah jemaah mengakui jarak hotel memang relatif jauh. Namun mereka menilai kualitas bangunan, ketersediaan air, listrik, serta lift jauh lebih baik dibanding beberapa hotel yang lokasinya lebih dekat ke Masjidil Haram.

"Kami datang untuk menghibur jemaah, tetapi justru terhibur dengan jawaban mereka yang antusias," kata Romo.

Meski demikian, ia tetap meminta panitia mencari hotel dengan kualitas serupa namun memiliki jarak yang lebih dekat ke Masjidil Haram pada musim haji mendatang.

Pelayanan bus salawat juga dinilai memuaskan. Romo mengaku merasakan sendiri kemudahan akses transportasi selama berada di Makkah, termasuk ketika menuju dan kembali dari lokasi lontar jumrah.

Menurutnya, ketersediaan bus selama 24 jam sangat membantu mobilitas jemaah dan mengurangi kelelahan selama menjalankan ibadah.

Dari sisi konsumsi, ia mengaku belum menemukan keluhan berarti dari jemaah. Bahkan, di sejumlah sektor yang dikunjunginya, ada jemaah yang berseloroh khawatir berat badan bertambah karena makanan yang disediakan dinilai cukup enak dan beragam.

Baca Juga: Kemenhaj Bakal Membentuk Satgas Khusus Armuzna pada 2027

"Tidak ada keluhan berarti. Kalau ada yang kurang, paling soal sambal," ujarnya sambil tersenyum.

Romo juga memberikan perhatian khusus pada layanan kesehatan. Saat mengunjungi sejumlah klinik satelit dan Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), ia melihat jumlah pasien dengan penyakit berat relatif rendah.

Berdasarkan informasi petugas kesehatan, rata-rata terdapat sekitar 300 konsultasi kesehatan per hari dengan keluhan yang didominasi flu ringan. Obat yang paling banyak digunakan adalah paracetamol.

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa penyakit serius tidak terlalu menonjol pada musim haji tahun ini.

Ia juga mengapresiasi kerja sama dengan Saudi German Hospital yang dinilai mampu memperkuat layanan kesehatan bagi jemaah Indonesia. Rumah sakit tersebut berperan dalam supervisi layanan klinik satelit dan penanganan kasus kesehatan yang membutuhkan perawatan lebih lanjut.

Romo menyebut kerja sama tersebut sebagai langkah maju yang penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan jemaah.

Selain itu, pelatihan yang diberikan kepada petugas haji sebelum keberangkatan juga dinilai berhasil meningkatkan kesiapsiagaan dan profesionalisme petugas di lapangan.

Menurutnya, hal itu turut mendapat apresiasi dari Pemerintah Arab Saudi. Ia mengungkapkan bahwa Menteri Dalam Negeri dan Menteri Haji Arab Saudi menyampaikan penilaian positif terhadap skema penyelenggaraan haji Indonesia tahun ini.

"Mereka menilai sistem pelaksanaan haji Indonesia lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya dan petugas hajinya lebih cekatan. Yang membanggakan, petugas kita melayani dengan ramah meski di tengah cuaca panas," katanya.

Baca Juga: Jemaah Haji Mulai Tiba di Tanah Air, Proses Pemulangan Dilakukan Lebih Cepat

Terkait pelaksanaan puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), Romo menilai proses pergerakan jemaah jauh lebih tertib dibanding tahun sebelumnya.

Ia melihat distribusi jemaah menuju Arafah berlangsung lancar sejak pagi hari dan kondisi tenda di Arafah relatif nyaman. Selain itu, pengadaan mobil buggy dinilai sangat membantu mobilitas jemaah, terutama lansia dan mereka yang memiliki keterbatasan fisik.

"Rekomendasi saya tahun depan jumlah buggy perlu diperbanyak karena sangat membantu mengurangi kelelahan jemaah," ujarnya.

Romo juga menyoroti penurunan angka kematian jemaah haji Indonesia pada musim haji tahun ini. Menurut data yang diterimanya, jumlah jemaah wafat pada periode yang sama tercatat sekitar 140 orang, jauh lebih rendah dibanding tahun sebelumnya yang mencapai lebih dari 450 orang.

Ia menilai capaian tersebut merupakan hasil dari seleksi istitaah yang lebih baik, layanan kesehatan yang semakin optimal, asupan gizi yang terjaga, serta kondisi jemaah yang lebih nyaman selama menjalani rangkaian ibadah.

"Ini gambaran lompatan besar pelayanan haji Indonesia," tegasnya.

Romo menambahkan, keberhasilan penyelenggaraan haji tahun ini tidak terlepas dari perhatian besar Presiden Prabowo Subianto terhadap peningkatan kualitas layanan haji dan umrah.

Menurutnya, pembentukan Kementerian Haji dan Umrah menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam memberikan pelayanan terbaik bagi umat Islam Indonesia.

"Saya kira di atas semua keberhasilan ini, apresiasi pertama layak diberikan kepada Presiden Prabowo Subianto karena perhatian beliau terhadap pelayanan haji Indonesia sangat besar," pungkasnya.

Baca Juga: Timwas DPR Dorong Layanan maksimal Jemaah Gelombang II di Madinah

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News