Wamendag Jerry dorong agar aspal Buton punya daya saing melawan aspal-aspal sintetis



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry menilai perlu upaya serius untuk membangkitkan kembali aspal Buton agar bisa berjaya seperti dulu. Menurutnya aspal Buton harus dikelola agar punya daya saing yang kuat melawan aspal-aspal sintetis yang lain. 

Karena itu dukungan teknologi pemrosesan, logistik, transportasi dan perdagangannya harus diperkuat.

“Pada intinya pengguna kan ingin aspal yang berkualitas dan harganya komeptitif. Untuk itu di sektor produksi perlu didukung dengan teknologi yang bagus dan kami di perdagangan mendukung dengan system logistik, pemasaran dan akses pasar yang luas," kata Wamendag.


Aspal Buton sangat terkenal sejak zaman kolonial Belanda hingga nama Buton selalu dikaitkan dengan aspal. Namun pada perkembangannya aspal sintetis lebih banyak digunakan sehingga aspal Buton agak menurun penggunaannya. Bupati Buton La bakry bertekad untuk Membangkitkan Kembali aspal Buton. 

Baca Juga: Ketua BKPM minta Kadin ikut dorong perekonomian nasional dan lokal

Menurutnya, aspal Buton dikenal dengan kualitas yang bagus dan durability yang lama. Ia berharap pemerintah pusat mengembalikan Kembali kejayaan aspal Buton sehingga bisa memberikan dampak bagi kesejahteraan masyarakat.

Jerry melihat perlunya kerja sama dengan Lembaga-lembaga pemerintahan dan swasta untuk masalah ini. Bersama rombongan Wamendag dating pula romobongan kemendes. Hal ini dimanfaatkan oleh Wamendag untuk menjalin sinergi dalam pemasaran aspal Buton.

“Kita mulai dari yang dekat dulu. Di Kemendes kan ada dana desa. Kita tanya, bisa gak salah satu penggunaan dana desa adalah untuk pembangunan infrastruktur yang memakai aspal Buton?” tanya Jerry.

Direktur Promosi dan Investasi Desa Kemendes, Supriyadi menilai bahwa memungkinkan penggunaan dana desa untuk pembangunan infrastruktur memakai aspal Buton. Bahkan menurutnya jika itu diwujudkan maka dana desa akan lebih bermanfaat bagi masyarakat.

Baca Juga: Kepala BKPM dorong industri aspal Buton untuk tekan impor

Editor: Noverius Laoli