Wanadri: Jalan darat Mentawai bisa distribusi logistik



MENTAWAI. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kepulauan Pagai belum memprioritaskan untuk mendistribusikan bantuan melewati jalut darat ke Pagai Selatan dan Pagai Utara. Sementara itu, kelompok pencinta alam Wanadri maupun warga setempat menyatakan akses jalur darat memungkinkan untuk dilewati untuk mendistribusikan bantuan."Kami sudah sisir, hanya satu jembatan yang memerlukan perbaikan," kata Ilham Fauzi, koordinator posko Wanadri di Sikakap (2/11).

Menurutnya, sebanyak 17 orang tim dari Wanadri mencoba menembus jalan eks jalan tanah yang dibuka sebelunya oleh perusahaan hak pengelola hutan (HPH) yang pernah mengambil kayu di hutan Pagai Selatan itu. Saat ini, kerusakan jembatan itu masih dimungkinkan untuk membawa bantuan dengan sistem estafet."Bantuan bisa dibawa dari titik nol (Sikakap) ke km 21 arah Pagai Selatan, setelah itu ada jembatan rusak, bantuan bisa dipindahkan melalui truk milik PT. Minas Pagai Lumber yang sudah ada di lokasi," terang Ilham yang sudah kembali ke Sikakap setelah menembus akses darat itu dengan berjalan kaki.Wanadri tidak hanya menembus Pagai Selatan dengan jalur darat saja, tetapi juga menembus dengan jalur laut. Namun, dilihat dari efektifitas untuk membawa bantuan dengan jumlah yang lebih banyak, maka Wanadri menyarankan untuk menempuh jalur darat yang lebih aman dan hanya membutuhkan waktu tempuh 3-5 jam dengan mobil.

"Jika diperbaiki, cukup mengerahkan satu batalion TNI saja, maka jembatan itu bisa dioperasionalkan," harapnya. Namun sayang, apa yang Ia sampaikan itu tidak diterima oleh Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Pagai maupun oleh aparat pemerintahan daerah disaat rapat koordinasi.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: