Wapres AS JD Vance: Ketidakpercayaan AS-Iran Tak Bisa Diselesaikan Semalam



KONTAN.CO.ID - Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) JD Vance menegaskan bahwa tingkat ketidakpercayaan antara Washington dan Teheran masih sangat tinggi dan tidak bisa diselesaikan dalam waktu singkat, meski peluang kesepakatan tetap terbuka.

“Ada banyak ketidakpercayaan antara Iran dan Amerika Serikat. Masalah ini tidak bisa diselesaikan dalam semalam,” ujar Vance dalam sebuah acara yang diselenggarakan Turning Point USA dilansir Reuters, Selasa (14/4/2026).

Baca Juga: Bank Dunia Siapkan Dana Hingga US$ 100 Miliar untuk Negara Terdampak Perang


Meski demikian, Vance menyebut negosiator Iran menunjukkan keinginan untuk mencapai kesepakatan. “Saya merasa sangat baik dengan posisi kita saat ini,” tambahnya.

Pernyataan ini muncul di tengah upaya diplomasi untuk mengakhiri konflik, setelah Presiden AS Donald Trump mengungkapkan bahwa perundingan dengan Iran berpotensi dilanjutkan di Pakistan dalam beberapa hari ke depan.

Sebelumnya, negosiasi akhir pekan lalu gagal mencapai kesepakatan dan mendorong Washington memberlakukan blokade terhadap pelabuhan Iran.

Meski begitu, gencatan senjata sementara selama dua pekan masih berlangsung dan menyisakan sekitar satu minggu.

Vance sendiri terlibat langsung dalam perundingan yang digelar di Pakistan tersebut.

Baca Juga: Partai Demokrat AS Kembali Dorong Pembatasan Wewenang Perang Trump di Iran

Konflik Masih Berlangsung

Perang Iran dimulai sejak 28 Februari ketika AS dan Israel melancarkan serangan ke Iran. Teheran kemudian membalas dengan serangan ke Israel serta negara-negara Teluk yang menjadi basis militer AS.

Rangkaian serangan tersebut, termasuk operasi militer AS-Israel di Iran dan serangan Israel di Lebanon, telah menewaskan ribuan orang serta menyebabkan jutaan lainnya mengungsi.

Di tengah situasi ini, jalur diplomasi masih menjadi harapan utama untuk meredakan konflik, meski prosesnya diperkirakan akan panjang dan penuh tantangan.