Wapres Ma’ruf Amin Eksplor Peluang Industri Halal dengan Selandia Baru



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin ingin meningkatkan kerja sama perdagangan antara Indonesia dan Selandia Baru. 

Terlebih, Wapres menyoroti adanya penurunan neraca perdagangan Indonesia dengan Selandia Baru pada tahun 2023. 

Ia menyebut, pada tahun 2023, neraca perdagangan Indonesia dengan Selandia Baru tercatat US$ 1,72 miliar, atau turun 18,82% bila dibandingkan dengan kinerja perdagangan 2022 yang sebesar US$ 2,12 miliar. 


Dengan demikian, “kedua negara harus mencari peluang untuk meningkatkan kerja sama ekonomi dan perdagangan,” ujar Ma’ruf Amin, saat mengunjungi Perdana Menteri (PM) Selandia Baru Christopher Luzon, Selasa (27/2). 

Baca Juga: Harga Komoditas Fluktuatif, Simak Kinerja Tiga Mata Uang Komoditas Ini

Ma’ruf Amin melirik bidang industri halal. Menurutnya, perlu untuk mengeksplorasi potensi kerja sama dengan pengusaha halal di Selandia Baru. 

Bahkan, Ma’ruf Amin bilang akan melakukan kunjungan dan pertemuan dengan para pelaku usaha produk halal di Wellington dan Auckland. 

Selain berbicara mengenai perdagangan, orang nomor dua Ri juga menekankan perlunya Indonesia dan Selandia Baru untuk saling berbagi pengalaman dalam meningkatkan kerja sama di bidang sosial dan budaya. 

Wapres RI juga berbicara mengenai perdamaian dunia. Bahkan, akan membagikan metode yang dilakukan Indonesia, yaitu dalam menggunakan dialog lintas agama dan moderate beragama untuk perdamaian dunia. 

Baca Juga: Pertemuan Meja Bundar RI-Filipina Jajaki Kemitraan Sektor Mineral & Nanopreneurship

"Besok di Universitas Victoria, saya akan membagikan pengalaman Indonesia dalam menggunakan dialog lintas agama dan moderasi beragama untuk dapat terus berkontribusi bagi perdamaian dunia," tandasnya. 

Kunjungan Wapres RI didampingi oleh Duta Besar RI Wellington Fientje Maritje S., Kepala Secretariat Wapres Ahmad Irani Yustika, wakil Kementerian Luar Negeri, dan wakil KBRI. 

Baca Juga: Laba Bersih Meningkat, TRIS Bagikan Dividen Interim

Sedangkan PM Selandia Baru didampingi oleh Foreign Policy Advisor Mark Talbot,  Deputy Secretary Americas and Asia Group Deborah Geels dan  Divisional Manager South and South East Asia Diviision Joana Kemkers serta  Senior Policy Officer Rebecca Wood.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Noverius Laoli