Warga Buenos Aires Dukung Pemain Argentina soal Spanduk Malvinas



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Dukungan terhadap tim nasional Argentina mengemuka di Buenos Aires setelah sejumlah pemain membentangkan spanduk bertuliskan klaim kedaulatan atas Kepulauan Falkland usai kemenangan atas Inggris pada laga semifinal Piala Dunia. Di sisi lain, pemerintah Inggris mendesak FIFA untuk menyelidiki insiden tersebut.

Beberapa pemain Argentina terlihat mengangkat spanduk bertuliskan “Las Malvinas Son Argentinas” atau “Kepulauan Malvinas adalah milik Argentina” setelah menang 2-1 atas Inggris di Atlanta.

Foto Reuters memperlihatkan spanduk putih buatan tangan itu awalnya dikibarkan oleh para suporter yang merayakan kemenangan di barisan depan stadion. Menurut surat kabar Argentina, Clarin, gelandang Giovani Lo Celso menghampiri para pendukung dan meminta izin untuk meminjam spanduk tersebut.


Foto-foto berikutnya menunjukkan Lo Celso memegang spanduk itu bersama bek tengah Lisandro Martinez saat para pemain bernyanyi dan merayakan kemenangan di hadapan pendukung mereka. Setelah perayaan usai, spanduk tersebut tampak tergeletak di lapangan.

Baca Juga: Perusahaan AS Dikepung Lonjakan Serangan Siber, dari Nike hingga Anak Usaha Coca-Cola

Aturan Kode Etik Stadion FIFA melarang penggunaan “spanduk, bendera, selebaran, pakaian, dan perlengkapan lainnya yang bersifat politis, ofensif, dan/atau diskriminatif” di dalam stadion.

Hingga Kamis (16/7/2026), FIFA belum mengeluarkan sanksi resmi terkait insiden tersebut dan menolak memberikan komentar saat dihubungi Reuters. Dalam sejumlah kasus sebelumnya, tindakan serupa yang dilakukan pesepak bola pernah berujung pada denda atau larangan bermain.

Menteri Bisnis Inggris, Peter Kyle, mengatakan kepada BBC Radio pada Kamis bahwa insiden tersebut harus diselidiki secara resmi. Ia menegaskan bahwa urusan politik harus dipisahkan dari ajang Piala Dunia.

Sementara itu, pemimpin Partai Liberal Demokrat Inggris, Ed Davey, melalui surat terbuka kepada Presiden FIFA Gianni Infantino, menyatakan bahwa tindakan para pemain Argentina “secara langsung menghina masyarakat kepulauan tersebut” dan mendesak agar mereka didiskualifikasi dari partisipasi pada laga final yang digelar Minggu.

Sengketa Malvinas yang Tak Kunjung Usai

Perselisihan mengenai kedaulatan wilayah Inggris di Atlantik Selatan itu telah lama menjadi sumber ketegangan dalam hubungan antara Inggris dan Argentina. Wilayah tersebut dikenal sebagai Kepulauan Falkland oleh Inggris dan Kepulauan Malvinas oleh Argentina.

Kedua negara pernah terlibat konflik bersenjata singkat pada 1982. Perang tersebut menewaskan 649 tentara Argentina dan 255 personel militer Inggris.

Di dekat monumen untuk mengenang para prajurit Argentina yang gugur dalam perang di pusat kota Buenos Aires, sejumlah warga yang diwawancarai Reuters menyatakan dukungannya terhadap tindakan para pemain tim nasional.

Baca Juga: Bursa Global Tertekan oleh Aksi Jual Saham Chip, Harga Minyak Terus Menguat

“Bagi saya, sangat penting bagi para pemain, sebagai figur publik, untuk menyampaikan pandangan mereka, terutama mengenai isu-isu yang sangat sensitif bagi kami,” ujar Martin Aguirre, warga berusia 30 tahun.

“Itulah sebabnya kami sangat menghargai tindakan Licha (Martinez) dan Giovani Lo Celso, karena meskipun mereka tahu bisa menghadapi sanksi atau masalah akibat hal ini, mereka tetap mengangkat bendera tersebut,” lanjutnya.

Warga lainnya, Federico Schenone (52), menilai tindakan tersebut bukanlah gestur politik, melainkan “persoalan sejarah dan legitimasi”.

Meski tidak secara langsung menyinggung spanduk itu, kapten Argentina Lionel Messi turut menyinggung besarnya beban sejarah dalam pertandingan tersebut.

“Ketika Anda memainkan pertandingan sebesar itu, banyak hal yang ikut terlibat. Sejarah memiliki pengaruh besar dalam pertandingan seperti itu,” kata Messi setelah laga berakhir.