Warga Jerman Bisa Gunakan Baterai Mobil Listrik untuk Pasok Listrik di Rumah



KONTAN.CO.ID - BERLIN. Pemilik mobil di Jerman tampaknya tidak perlu mengkhawatirkan mati lampu lagi. Nantinya, warga Jerman bisa menggunakan baterai mobil untuk memasok listrik ke rumah.

Reuters melaporkan, Kamis (1/10/2026), regulator energi Jerman menerbitkan aturan yang mengizinkan pemilik kendaraan listrik menggunakan baterai mobil memasok listrik ke rumah mereka atau menyalurkan kembali listrik ke jaringan.

Kebijakan ini tertuang dalam aturan Market Integration of Storage and Charging Points (MiSpeL), yang diterbitkan Bundesnetzagentur, lembaga yang mengatur soal pasar listrik, gas, telekomunikasi, pos dan jalur kereta di Jerman.


Kebijakan ini merupakan terobosan bagi teknologi vehicle-to-grid, setelah Bundesnetzagentur merevisi rancangan aturannya, menyusul kritik dari pihak industri.

Baca Juga: Toyota Investasi US$1,34 Miliar Bangun Pabrik Kendaraan Listrik di Argentina

Aturan MiSpeL menghapus hambatan regulasi yang sebelumnya melarang pemilik sistem tenaga surya bersubsidi mencampur daya dari atap surya dan jaringan listrik ke dalam baterai. Bila pemilik nekat, mereka bisa kehilangan pembayaran dukungan energi terbarukan mereka.

Dalam praktiknya, nantinya pemilik kendaraan listrik dapat menyimpan daya murah dari tenaga surya atau jaringan listrik ke dalam baterai mobil mereka, lalu menggunakannya di rumah atau menyalurkannya kembali ke jaringan saat menguntungkan, sembari tetap mempertahankan dukungan EEG untuk listrik ramah lingkungan yang memenuhi syarat.

Kerangka kerja baru ini menggunakan metode akuntansi berdasarkan pembacaan meteran setiap 15 menit untuk membedakan aliran listrik yang berasal dari tenaga surya, jaringan listrik, dan penyimpanan.

Selama masa transisi aturan hingga 30 September 2027, pengguna memerlukan persetujuan dari operator jaringan dan operator meteran. Ini memberikan waktu bagi operator untuk menyiapkan sistem TI dan penagihan.