Warga Makin Doyan Ngopi, Starbucks Tambah 100 Toko Baru di Inggris Tahun Ini



KONTAN.CO.ID -  LONDON. Perusahaan kopi dan jaringan kedai kopi global, Starbucks, akan membuka 100 kedai kopi baru di seluruh Inggris tahun ini. 

Pembukaan kedelai baru itu untuk memenuhi selera warga negara kerjaaan ini akan vanilla latte, es espresso, dan muffin karamel pisang yang terus tumbuh meskipun prospek ekonomi suram.

Perusahaan rantai kedai kopi ini mengatakan pada hari Senin bahwa penjualannya di Inggris melonjak 37% tahun lalu. Nilai penjualan ini melebihi tingkat pra-pandemi karena pembeli dan pekerja kembali ke pusat kota dan kantor setelah COVID-19, dan saat grup tersebut membuka "drive thrus" baru.


Sekitar 30 juta pound akan diinvestasikan di Inggris tahun ini, kata Starbucks, untuk mendanai pembukaan gerai baru dan merenovasi lebih dari 1.000 toko yang ada.

Baca Juga: Starbucks Reward Diperbarui, Banyak Keuntungan Baru Menanti

Presiden operasi Starbucks di Eropa, Timur Tengah dan Afrika,  Duncan Moir, dalam sebuah pernyataan mengatakn bahwa Starbucks mengharapkan momentum pertumbuhan bisnis ini terus berlanjut.

Menurut perkiraan Bank of England, Inggris sedang menuju resesi yang dangkal tapi cukup panjang, yang berlangsung lebih dari satu tahun. Hal itu terjadi karena rumah tangga dan bisnis memperhitungkan dampak setelah lonjakan harga energi tahun lalu.

Starbucks mengatakan itu dipengaruhi oleh inflasi tahun lalu dengan kopi, susu, dan kemasan semuanya lebih mahal.

Toko-toko baru akan mencakup lebih banyak toko dengan format lebih kecil dan drive-thrus, kata Starbucks.

Tahun lalu Starbucks menaikkan gaji staf di toko-toko Inggrisnya.

Baca Juga: 3 Makanan dan Minuman Ini Bisa Ganggu Kesehatan Ginjal yang Wajib Anda Hindari

Kedai kopi berjuang untuk mempertahankan barista mereka. Costa Coffee pada hari Senin mengikuti saingannya Pret A Manger dalam menaikkan gaji staf toko Inggrisnya untuk ketiga kalinya dalam setahun.

Starbucks, yang pertama kali dibuka di Inggris pada tahun 1998, melaporkan pendapatan sebesar 449,3 juta pound (US$ 539 juta) dalam 12 bulan hingga 2 Oktober 2022 di Inggris, dan juga mengatakan akan membuka 300 toko baru di kawasan EMEA.

Baca Juga: Sejarah Kesuksesan Starbucks, dari Kedai Kecil Jadi Raksasa Franchise Minuman Dunia

Editor: Noverius Laoli