KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Di tengah industri konstruksi nasional yang dikenal berisiko tinggi, berfluktuasi, dan sarat tekanan biaya, Waringin Megah General Contractor menandai hampir 40 tahun perjalanan bisnisnya dengan satu benang merah utama, yakni kemampuan beradaptasi dan mengambil keputusan strategis di setiap fase perubahan ekonomi. Didirikan pada tahun 1987 di Surabaya, Waringin Megah memulai usaha sebagai kontraktor pengembangan ruko untuk kebutuhan internal grup. Memasuki era 1990-an, seiring meningkatnya skala proyek dan kompleksitas organisasi, perusahaan melakukan ekspansi ke Jakarta dan resmi beroperasi sebagai kontraktor umum (general contractor) yang melayani proyek-proyek komersial di luar grup internal. Sejak saat itu, Waringin Megah terus bertumbuh hingga meraih kualifikasi besar, mencerminkan peningkatan kapasitas teknis, tata kelola proyek, serta kepercayaan klien dari berbagai sektor. Dalam setiap fase siklus ekonomi, perusahaan dikenal dengan pendekatan manajemen yang pragmatis dan terukur, berfokus pada efisiensi biaya, ketepatan waktu, serta kualitas hasil kerja. Baca Juga: Sorotan Konstruksi 2025, Proyek Infrastruktur Topang Pertumbuhan Ekonomi
Waringin Megah General Contractor Memperkuat Regenarasi dan Daya Saing Bisnis
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Di tengah industri konstruksi nasional yang dikenal berisiko tinggi, berfluktuasi, dan sarat tekanan biaya, Waringin Megah General Contractor menandai hampir 40 tahun perjalanan bisnisnya dengan satu benang merah utama, yakni kemampuan beradaptasi dan mengambil keputusan strategis di setiap fase perubahan ekonomi. Didirikan pada tahun 1987 di Surabaya, Waringin Megah memulai usaha sebagai kontraktor pengembangan ruko untuk kebutuhan internal grup. Memasuki era 1990-an, seiring meningkatnya skala proyek dan kompleksitas organisasi, perusahaan melakukan ekspansi ke Jakarta dan resmi beroperasi sebagai kontraktor umum (general contractor) yang melayani proyek-proyek komersial di luar grup internal. Sejak saat itu, Waringin Megah terus bertumbuh hingga meraih kualifikasi besar, mencerminkan peningkatan kapasitas teknis, tata kelola proyek, serta kepercayaan klien dari berbagai sektor. Dalam setiap fase siklus ekonomi, perusahaan dikenal dengan pendekatan manajemen yang pragmatis dan terukur, berfokus pada efisiensi biaya, ketepatan waktu, serta kualitas hasil kerja. Baca Juga: Sorotan Konstruksi 2025, Proyek Infrastruktur Topang Pertumbuhan Ekonomi