JAKARTA. PT Warner Music Indonesia mengakui tren masyarakat dalam mengakses musik semakin bergeser. Di era digital, kini konsumen mulai meninggalkan compact disc (CD) atau kaset. Menyikapi fenomena ini, Warner Music terpaksa mengurangi bisnis CD dan kaset. “Anak-anak sekarang sudah tidak pergi ke toko CD, mereka mendownload lewat internet. Lifestyle-nya sudah berubah,” kata Toto Widjojo, Managing Director Warner Music Indonesia, Senin (23/11). Berdasarkan data yang dihimpun Asosiasi Industri Rekaman Indonesia (ASIRI), pada 1996 jumlah album musik yang terjual mencapai 80 juta keping. Kini, angkanya merosot menjadi kurang dari 10 juta keping. “Dari 80 juta keping menjadi sekitar 8 juta keping,” kata Toto yang juga Anggota Dewan ASIRI.
Warner Music perkecil porsi bisnis CD dan kaset
JAKARTA. PT Warner Music Indonesia mengakui tren masyarakat dalam mengakses musik semakin bergeser. Di era digital, kini konsumen mulai meninggalkan compact disc (CD) atau kaset. Menyikapi fenomena ini, Warner Music terpaksa mengurangi bisnis CD dan kaset. “Anak-anak sekarang sudah tidak pergi ke toko CD, mereka mendownload lewat internet. Lifestyle-nya sudah berubah,” kata Toto Widjojo, Managing Director Warner Music Indonesia, Senin (23/11). Berdasarkan data yang dihimpun Asosiasi Industri Rekaman Indonesia (ASIRI), pada 1996 jumlah album musik yang terjual mencapai 80 juta keping. Kini, angkanya merosot menjadi kurang dari 10 juta keping. “Dari 80 juta keping menjadi sekitar 8 juta keping,” kata Toto yang juga Anggota Dewan ASIRI.