Warren Buffett: Bisnis dengan Modal Besar Cenderung Menjadi Bisnis yang Buruk



KONTAN.CO.ID - Dari mobil bekas, bensin hingga bahan makanan, inflasi terus menaikkan harga barang-barang di AS. Apa kata Warren Buffett mengenai inflasi tinggi?

Meskipun beberapa ekonom dan pakar keuangan lainnya mengatakan bahwa tingkat inflasi saat ini tidak perlu dikhawatirkan, inflasi menjadi hampir mustahil untuk dihindari. 

Tetapi ketika berbicara tentang investasi, CEO Berkshire Hathaway Warren Buffett mengatakan ada beberapa bisnis yang masih bersinar terang dibandingkan bisnis yang lainnya saat terjadi inflasi.


Melansir CNBC, pada pertemuan pemegang saham tahunan Berkshire Hathaway 2015, Warren Buffett ditanyai kepemilikan perusahaannya yang mana yang paling siap untuk berkembang selama periode inflasi tinggi. 

Tanggapan Warren Buffett, bisnis terbaik untuk dimiliki adalah bisnis yang tidak memerlukan reinvestasi terus menerus karena menjadi semakin mahal seiring turunnya nilai satu dolar.

“Bisnis terbaik selama inflasi adalah bisnis yang Anda beli sekali dan kemudian Anda tidak perlu terus melakukan investasi modal,” kata Warren Buffett.

Baca Juga: Ada 11 Sektor di Pasar Saham, Tapi Warren Buffett Favoritkan 3 Sektor Ini

Dia menambahkan bahwa setiap bisnis dengan investasi modal besar cenderung menjadi bisnis yang buruk untuk dijalankan saat inflasi dan seringkali merupakan bisnis yang buruk secara umum.

"Bisnis seperti utilitas atau kereta api terus memakan lebih banyak uang dan tidak menguntungkan," jelas Warren Buffett. 

Dia lebih suka memiliki perusahaan yang bisnisnya memiliki koneksi dengan orang-orang.

Sebaliknya, “Sebuah merek adalah hal yang luar biasa untuk dimiliki selama periode inflasi,” kata Buffett. 

Baginya, itu termasuk merek seperti See's Candy, yang dimilikinya sejak 1972.

Tentu saja, kebanyakan investor ritel harian tidak dapat membeli seluruh bisnis, tetapi mereka dapat membeli saham di perusahaan yang mereka sukai. 

Memiliki bagian dari bisnis yang luar biasa, seperti yang dikatakan Warren Buffett pada tahun 2009, berguna karena apa pun yang terjadi dengan nilai dolar, produk bisnis akan tetap diminati.

Baca Juga: Investasi Menguntungkan Berkshire Hathaway, Mesin Uang Warren Buffett

Warren Buffett juga mengatakan bahwa sangat berguna untuk memiliki real estat selama masa inflasi karena pembelian adalah "pengeluaran satu kali" bagi investor, dan memiliki manfaat tambahan untuk dapat dijual kembali.

“Jika Anda memiliki sesuatu yang berguna bagi orang lain, itu cenderung dinilai dari segi nilai penggantian dari waktu ke waktu, jadi Anda benar-benar mendapatkan tendangan inflasi,” kata Warren Buffett.

Namun, tindakan terbaik bagi sebagian besar investor bukanlah memilih saham tunggal yang mereka yakini akan berkinerja baik, melainkan berinvestasi dalam index fund berbiaya rendah, yang jauh lebih kecil risikonya.

Warren Buffett telah lama merekomendasikan agar investor memasukkan uang mereka ke dalam dana ini, yang menahan setiap saham dalam indeks, membuat mereka terdiversifikasi secara otomatis. 

Indeks S&P 500, misalnya, mencakup perusahaan-perusahaan besar seperti Apple, Coca-Cola, dan Google.

"Bagi orang yang ingin membangun tabungan pensiun mereka, index fund yang terdiversifikasi menjadi paling masuk akal sepanjang waktu," jelas Warren Buffett kepada CNBC.

Baca Juga: Cerita Bagaimana Warren Buffett Punya Kekayaan Rp 371,125 M di Usia Muda (1950–1969)

“Beli secara konsisten dana indeks murah S&P 500,” katanya pada 2017. 

Di sisi lain, melansir Market Watch, Warren Buffett mencatat bahwa hal terbaik pertama yang dapat Anda lakukan untuk melindungi diri dari inflasi adalah berinvestasi pada diri sendiri dan keterampilan Anda. 

"Jika Anda adalah guru terbaik, jika Anda adalah ahli bedah terbaik, jika Anda adalah pengacara terbaik, Anda akan mendapatkan bagian Anda dari kue ekonomi nasional terlepas dari apa pun nilai mata uangnya," jelas Warren Buffett. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie