Warren Buffett: Jangan berutang untuk membeli saham



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Warren Buffett pernah memperingatkan untuk tidak berutang untuk membeli saham. Peringatan itu terbukti ketika pasar saham anjlok lebih dari 10% pada awal Februari 2018. Margin call adalah salah satu alasan yang dikutip oleh para ahli strategi untuk laju aksi jual. Margin call; jika nilai investasi anjlok, pialang dapat meminta penambahan uang tunai dari akun atau melikuidasi portofolio tanpa izin.

Dalam surat tahunannya kepada para pemegang saham pada 2018, Buffett mengilustrasikan penurunan tajam yang dialami saham Berkshire Hathaway selama bertahun-tahun.

"Saya menawarkan argumen terkuat yang bisa saya kumpulkan untuk tidak pernah menggunakan uang pinjaman untuk memiliki saham," kata Buffett.


"Tidak ada yang tahu seberapa jauh saham bisa jatuh dalam waktu singkat. Bahkan jika pinjaman Anda kecil dan posisi Anda tidak terancam oleh pasar yang jatuh, pikiran Anda mungkin menjadi penuh dengan berita utama yang menakutkan dan komentar yang sulit."

Baca Juga: Alasan Warren Buffett 90% dari warisannya diinvestasikan dalam reksadana

Tetapi untuk investor berkepala dingin yang tidak tenggelam dalam utang selama kejatuhan pasar, "Ada peluang luar biasa," tambah Buffett.

Dalam sebuah wawancara dengan CNBC, Buffett menyatakan bahwa keserakahan adalah pendorong utama dari utang margin.

"Meminjam uang adalah cara untuk mencoba menjadi kaya sedikit lebih cepat, tetapi ada banyak cara yang baik untuk menjadi kaya secara perlahan," kata Buffett, sebagaimana dikutip Businessinsider.

"Dan Anda bisa bersenang-senang sambil menjadi kaya juga. Rekan saya, Charlie Munger, mengatakan bahwa hanya ada tiga cara agar orang pintar bisa bangkrut. Dia berkata, ‘minuman keras, wanita, dan pengaruh'."♦

Editor: Tri Adi