KONTAN.CO.ID - Dalam laporan laba kuartal ketiga Berkshire Hathaway, tidak ada kejutan besar tentang bisnis perusahaan itu sendiri. Keuntungan penjaminan asuransi menurun secara signifikan. Akan tetapi, dengan musim badai yang sangat buruk, hal ini tidak terlalu mengkhawatirkan. Melansir The Motley Fool, ada beberapa kejutan besar yang terungkap.
Pertama, CEO Warren Buffett terus mengurangi investasi besar Apple dan masih menjadi penjual saham umum. Selain itu, sejak Juli, Berkshire telah menjual lebih dari US$ 10 miliar dari sahamnya di Bank of America, yang merupakan investasi terbesar kedua perusahaan sebelum penjualan. Kedua, dan mungkin yang lebih penting, adalah bahwa ini adalah kuartal pertama dalam beberapa tahun terakhir ketika Berkshire sama sekali tidak membeli kembali sahamnya sendiri alias buyback. Aktivitas pembelian kembali memang melambat pada kuartal kedua. Akan tetapi, tidak membeli kembali saham sama sekali merupakan perubahan besar. Baca Juga: Ini Satu Alasan Mengapa Warren Buffett Tidak Menjadi Orang Terkaya di Dunia Kombinasi dari hal-hal ini memungkinkan persediaan uang tunai Berkshire membengkak hingga US$ 325 miliar. Sejauh ini merupakan level tertinggi yang pernah dicapainya. Apakah Buffett memberi peringatan kepada investor bahwa pasar saham bukanlah tempat yang tepat saat ini? Untuk lebih jelasnya, Warren Buffett biasanya tidak mengomentari penjualan saham perusahaan atau volume pembelian kembali, selain dalam surat tahunannya atau pada rapat tahunan Berkshire. Jadi, tidak diketahui persis mengapa Buffett dan timnya melakukan tindakan ini. Setidaknya sebagian dari penjualan dan penimbunan uang tunai benar-benar bisa jadi karena Buffett menganggap pasar agak bergejolak.