KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pertemuan tahunan pemegang saham Berkshire Hathaway di Omaha, Nebraska, kembali digelar dengan nuansa yang tidak banyak berubah. Ribuan investor tetap memadati acara yang dikenal sebagai “Woodstock bagi para kapitalis”, lengkap dengan kegiatan belanja diskon, lomba lari 5K, serta berbagai aktivitas khas lainnya. Namun, ada satu perbedaan besar tahun ini. Untuk pertama kalinya dalam enam dekade, sorotan utama tidak lagi tertuju pada Warren Buffett. Sosok legendaris yang dijuluki “Oracle of Omaha” itu telah menyerahkan posisi CEO kepada Greg Abel, yang kini memimpin jalannya rapat tahunan. Buffett tetap menjabat sebagai chairman dan akan hadir, tetapi hanya sebagai peserta yang menyimak dari audiens. Perubahan ini menandai transisi penting dalam sejarah Berkshire Hathaway, konglomerasi dengan nilai pasar sekitar US$1,03 triliun.
Kinerja Saham Jadi Sorotan
Meskipun Abel mendapat pujian atas kemampuan manajerial dan komitmennya terhadap budaya perusahaan, kinerja saham Berkshire masih menjadi perhatian investor. Sejak pengumuman pengunduran diri Buffett sebagai CEO tahun lalu, saham Berkshire tercatat turun sekitar 12%, sementara indeks S&P 500 justru naik sekitar 25%.
Baca Juga: Ekonomi Iran Tertekan Akibat Konflik, Namun Masih Bertahan di Tengah Blokade AS Sejumlah investor menilai valuasi saham kini lebih menarik dibandingkan tahun lalu. Berkshire diperdagangkan pada kisaran 1,4 kali nilai buku, meskipun Buffett selama ini lebih menekankan nilai intrinsik dalam keputusan buyback saham. Abel sendiri telah kembali melakukan pembelian saham kembali pada Maret lalu, yang merupakan aksi pertama sejak Mei 2024.
Tantangan Besar Menanti
Greg Abel menghadapi tantangan besar dalam memimpin Berkshire, terutama dalam mengelola kas perusahaan yang mencapai sekitar US$373 miliar pada akhir 2025. Besarnya skala perusahaan juga menjadi hambatan dalam mendorong pertumbuhan yang signifikan. Berkshire sendiri memiliki portofolio bisnis yang sangat luas, mulai dari asuransi Geico, rel kereta BNSF, energi, hingga produk konsumen seperti Dairy Queen dan Fruit of the Loom. Namun, pada 2025, kinerja operasional menunjukkan perlambatan, dengan laba operasi turun 6% dan pendapatan relatif stagnan. Selain itu, investor juga menantikan kejelasan strategi investasi ke depan, termasuk pengelolaan portofolio saham senilai sekitar US$300 miliar yang mencakup perusahaan besar seperti Apple, American Express, dan Coca-Cola.
Perubahan Dinamika Pertemuan
Rapat tahunan tahun ini juga mengalami perubahan format. Abel dijadwalkan menyampaikan paparan selama satu jam, diikuti sesi tanya jawab selama 2,5 jam bersama eksekutif lainnya. Ini berbeda dengan format sebelumnya, di mana Buffett bersama mendiang Charlie Munger kerap menghabiskan hingga lima jam menjawab pertanyaan pemegang saham.
Baca Juga: Harga Emas Stabil, Tertekan Ekspektasi Suku Bunga Tinggi dan Lonjakan Harga Minyak Interaksi Buffett dan Munger selama ini menjadi daya tarik utama acara, dengan komentar tajam dan pandangan mereka tentang ekonomi serta pasar. Tanpa kehadiran mereka sebagai pusat perhatian, dinamika pertemuan diperkirakan akan berubah signifikan.
Minat Investor Mulai Menurun?
Meski masih menarik ribuan pengunjung, minat terhadap acara tahunan ini diperkirakan mulai menurun. Data menunjukkan tingkat pemesanan hotel sedikit lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya, terutama dari investor internasional. Para analis menilai kehadiran Buffett selama ini menjadi magnet utama. Tanpa peran dominannya di panggung, jumlah peserta berpotensi berkurang dalam beberapa tahun ke depan. Meski demikian, banyak investor tetap optimistis terhadap masa depan Berkshire Hathaway di bawah kepemimpinan Greg Abel, meskipun pasar masih menunjukkan sikap hati-hati dalam menyambut era baru perusahaan tersebut.