KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Berkshire Hathaway memasuki babak baru setelah Warren Buffett resmi melepas posisi ketua perusahaan. Untuk pertama kalinya, konglomerasi senilai sekitar US$ 1,1 triliun itu harus berjalan tanpa Buffett sebagai pengambil keputusan sekaligus tempat konsultasi utama. Tongkat estafet operasional telah lebih dulu diberikan kepada Greg Abel yang menjadi CEO Berkshire Hathaway sejak Januari 2026. Kini, peran menjaga budaya dan nilai-nilai yang dibangun Buffett selama puluhan tahun dipercayakan kepada putra sulungnya, Howard Buffett.
Howard Buffett, 71 tahun, akan menjabat sebagai ketua non-eksekutif, sementara Warren Buffett menjadi ketua emeritus.
Baca Juga: Warren Buffett Mundur dari Kursi Ketua Berkshire Hathaway, Digantikan Putranya Peran tersebut membuat Howard tidak terlibat dalam pengelolaan bisnis sehari-hari, tetapi bertanggung jawab memastikan prinsip-prinsip yang selama ini menjadi ciri khas Berkshire tetap terjaga. Perubahan ini menjadi tahap penting dalam suksesi Berkshire Hathaway. Sejumlah investor dan analis melihat keberadaan Abel dan Howard dapat memberikan kesinambungan, sekaligus menjaga agar perusahaan tidak mengalami perubahan arah secara drastis setelah era Warren Buffett berakhir. "Langkah ini benar-benar tentang kesinambungan," ujar Michael Withers, profesor manajemen di sekolah bisnis Universitas Notre Dame. Abel sendiri bukan orang baru di lingkungan Berkshire. Ia bergabung pada 2000 ketika Berkshire mengakuisisi MidAmerican Energy dan masuk dalam jajaran kepemimpinan perusahaan pada 2018. Sementara itu, Howard telah menjadi anggota dewan direksi Berkshire sejak 1993.
Baca Juga: Greg Abel Tancap Gas, Berkshire Hathaway Investasi Rp300 Triliun dalam Dua Hari Warren Buffett sebelumnya telah memberikan gambaran mengenai fungsi Howard dalam struktur kepemimpinan baru Berkshire. Dalam surat kepada pemegang saham, Buffett menyebut putranya sebagai semacam "polis asuransi" bagi pemegang saham yang diharapkan tidak perlu digunakan. Pernyataan itu menunjukkan bahwa peran Howard bukan untuk mengambil alih pekerjaan Abel sebagai CEO. Fokusnya lebih pada pengawasan terhadap budaya korporasi dan prinsip-prinsip yang selama ini menjadi fondasi Berkshire. Di antaranya adalah struktur perusahaan yang relatif sederhana, minim birokrasi, orientasi jangka panjang, perlakuan yang adil terhadap pemegang saham dan manajer, serta keterbukaan dalam menyampaikan kabar buruk. Howard sendiri menggambarkan prinsip tersebut sebagai sesuatu yang sederhana. Dalam wawancara dengan Wall Street Journal pada Januari 2025, ia mengatakan budaya Berkshire adalah melakukan apa yang perlu dilakukan tanpa melakukan terlalu banyak hal yang tidak diperlukan.
Baca Juga: Warren Buffett Berusia 96 Tahun, Kini Jadi Chairman Emeritus Berkshire Hathaway Peran itu menjadi penting karena Berkshire kini mengelola bisnis yang sangat beragam, mulai dari perusahaan kereta api BNSF, perusahaan asuransi Geico, bisnis energi, industri dan ritel hingga portofolio saham perusahaan besar seperti American Express, Apple dan Coca-Cola.
Ujian bagi Abel dan Howard
Di sisi operasional, Abel memiliki ruang yang cukup besar untuk menentukan arah Berkshire ke depan. Posisi kas perusahaan mencapai US$ 364,7 miliar per 30 Juni, mendekati rekor, sehingga memberikan fleksibilitas untuk melakukan akuisisi, membeli kembali saham Berkshire maupun menentukan kebijakan modal lainnya. Warren Buffett dalam surat terbarunya juga menyatakan Abel telah melampaui ekspektasinya yang sangat tinggi.
Namun, transisi ini bukan tanpa tantangan. Howard belum pernah memimpin perusahaan publik atau terlibat dalam pengelolaan operasional perusahaan sebesar Berkshire.
Baca Juga: Kinerja Greg Abel Jadi Sorotan Jelang Rapat Tahunan Berkshire 2 Mei 2026 Cathy Seifert, analis CFRA Research, menilai minimnya pengalaman manajerial Howard menjadi salah satu kelemahan dalam rencana suksesi Berkshire. Menurut dia, pewaris dalam sejumlah dinasti bisnis biasanya telah terlibat langsung dalam kegiatan operasional perusahaan. Meski demikian, Howard telah berada di lingkungan Berkshire selama lebih dari tiga dekade.