Waskita & Adhi berbagi proyek tol Solo-Kertosono



JAKARTA. Konsorsium PT Jasa Marga Tbk dan PT Waskita Karya Tbk mengumumkan hasil lelang pekerjaan konstruksi atas dua ruas tol Solo-Ngawi dan ruas tol Ngawi-Kertosono yang dimilikinya. Pengerjaan dua proyek tol Trans Jawa itu akhirnya disepakati untuk diserahkan pada PT Waskita Karya Tbk dan PT Adhi Karya Tbk.

“Investasi ini dilakukan oleh PT Jasa Marga Tbk melalui anak perusahaannya yaitu ruas tol Solo-Ngawi dikelola oleh PT Solo Ngawi Jaya dan ruas tol Ngawi Kertosono oleh PT Ngawi Kertosono Jaya,” ujar Muhammad Sofyan, Sekertaris Perusahaan PT Jasa Marga Tbk dalam keterangan tertulisnya, Selasa (8/9).

Menurutnya, untuk pekerjaan konstruksi ruas tol Solo-Ngawi konsorsium hanya bertanggung jawab mengerjakan seksi 2 yang menghubungkan Karanganyar-Ngawi. Sedangkan seksi I yang menghubungkan Solo-Karanganyar sepanjang 20,9 km proses konstruksi dilakukan pemerintah. Kata dia, pengerjaan seksi I dipercayakan pada PT Waskita Karya Tbk.


Nantinya seksi II ruas tol Solo-Ngawi akan dibagi dalam 2 paket pekerjaan. Paket I sepanjang 35 km yang menghubungkan Karang Anyar-Kedung Harjo senilai Rp 2,2 triliun dan Paket II sepanjang 34 km akan menghubungkan kedung Harjo-Ngawi senilai Rp 1,81 triliun.

Sebaliknya untuk ruas tol Ngawi-Kertosono korsorsium justru bertugas mengerjakan seksi I Ngawi-Saradan sepanjang 49 km dan seksi II Saradan-Kertosono sepanjang 37,5 km menjadi kewajiban pemerintah. Kata Sofyan paket pekerjaan seksi I akan dibagi lagi menjadi 3 paket pekerjaan.

Paket I sepangang 20 km yang menghubungkan Ngawi-Magetan senilai Rp 1,48 triliun dikerjakan oleh PT Waskita Karya, Paket II sepanjang 8,4 km yang menghubungkan Magetan-Madiun senilari Rp 419,32 miliar dikerjakan PT Adhi Karya Tbk dan terakhir paket III sepajang 21 km senilai Rp 1,04 triliun dikerjakan oleh PT Adhi Karya Tbk.

“Kontruksi kedua ruas tersebut ditargetkan dapat selesai dalam waktu 22 bulan,” imbuhnya.

Asal tahu saja, proyek ini telah diresmikan melalui proses ground breaking oleh Presiden Joko Widodo pada akhir April kemarin. Proyek ini jatuh ke tangan konsorsium PT Jasa Marga Tbk dan PT Waskita Karya Tbk setelah proyek itu resmi dilepas oleh pemegang konsesi sebelumnya PT Thiess Contractor Indonesia. Adapun komposisi kepemilikannya PT Jasa Marga Tbk sekitar 60% dan PT Waskita Karya Tbk sebesar 40%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Havid Vebri