Waskita Beton Precast akan menerbitkan MTN Rp 3 triliun di semester kedua



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) berencana mencari pendanaan baru. Anak usaha PT Waskita Karya Tbk (WSKT) ini berencana menerbitkan surat utang jangka menengah alias medium term notes pada semester II-2018 mendatang.

"Nilai MTN kira-kira Rp 2 triliun hingga Rp 3 triliun," ujar Direktur Utama WSBP Jarot Subana, di Jakarta, Kamis (5/4). Jarot menambahkan, saat ini WSBP tengah menunggu hasil pemeringkatan dari lembaga rating. Hasil peringkat surat utang itu akan terbit pada bulan Mei. Sehingga, MTN WSBP diperkirakan baru akan terbit pada paruh kedua tahun ini.

Nantinya WSBP akan menggunakan dana MTN itu untuk memuluskan rencana akuisisi dan menambah modal kerja. WSBP memang berencana mengakuisisi perusahaan besi senilai Rp 500 miliar.


WSBP juga akan membangun dua pabrik yang ditargetkan rampung pada kuartal III-2018. Pabrik yang berlokasi di Kalimantan Timur dan Sumatra Utara tersebut masing-masing memiliki kapasitas 250.000 ton. Dengan ekspansi tersebut, WSBP menargetkan kapasitas produksinya bisa meningkat hingga 3,75 juta ton per tahun.

Hingga kuartal I-2018, WSBP telah membukukan nilai kontrak Rp 2,12 triliun. Tahun ini, WSBP berharap bisa mengantongi kontrak baru sebesar Rp 11,52 triliun. Dengan kata lain, perusahaan ini telah memenuhi 18,4% dari seluruh target kontrak perusahaan tahun 2018.

Kontrak-kontrak tersebut terutama berasal dari beberapa proyek jalan tol seperti proyek Jalan Tol Cibitung-Cilincing, jalan tol Tebing Tinggi Kuala Tanjung dan jalan tol Krakasan-Probolinggo.

Jarot bilang, biasanya, kontrak baru lebih banyak diperoleh pada semester kedua mendatang. Saat ini, perusahaan tengah mengincar beberapa proyek untuk dikerjakan.

"Beberapa targetnya misalnya proyek tol Balikpapan-Penajam sepanjang 12 km, lalu Demak-Legundi, Gresik, Probolinggo, dan Banyuwangi," kata Jarot.

Saat ini, 80% kontrak WSBP merupakan kontrak yang berasal dari induk. Tapi tahun ini, WSBP berharap bisa memperoleh kontrak dari luar induk sebesar 25%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati