Waskita Beton Precast (WSBP) Tambah Tiga Usaha Baru, Ini Rinciannya



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) berencana untuk menambah tiga kegiatan usaha baru.

Direktur Keuangan, HCM, dan Manajemen Risiko WSBP, Koento Wahyudiat mengatakan, penambahan kegiatan usaha itu adalah sebagai berikut.

Pertama, Aktivitas Penyewaan dan Sewa Guna Usaha Kendaraan Bermotor. Rencana penambahan kegiatan usaha Jasa Sewa Plant termasuk dalam Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 77391 - Penyewaan dan Sewa Guna Usaha Mesin dan Peralatan Industri.


Baca Juga: Gelar RUPST, United Tractors (UNTR) Tebar Dividen Rp 1.663 per Saham

Kelompok ini mencakup kegiatan penyewaan dan sewa guna usaha tanpa hak opsi (operational leasing) mesin dan peralatan industri tanpa operator yang secara umum digunakan sebagai barang modal usaha, seperti mesin tekstil, mesin pengolahan atau pengerjaan logam dan kayu, mesin percetakan, mesin las listrik, dan perkakas mesin.

Kedua, Penyewaan dan Sewa Guna Usaha Mesin dan Peralatan Industri. Rencana penambahan kegiatan usaha Jasa Sewa Plant termasuk dalam KBLI 77391 Penyewaan dan Sewa Guna Usaha Mesin dan Peralatan Industri.

Kelompok ini mencakup kegiatan penyewaan dan sewa guna usaha tanpa hak opsi (operational leasing) mesin dan peralatan industri tanpa operator yang secara umum digunakan sebagai barang modal usaha, seperti mesin tekstil, mesin pengolahan atau pengerjaan logam dan kayu, mesin percetakan, mesin las listrik, dan perkakas mesin.  

Manajemen WSBP mengungkapkan, rencana penambahan dua kegiatan usaha tersebut dilatarbelakangi oleh beberapa alasan. Yaitu, pemanfaatan plant yang tidak aktif atau optimalisasi aset dengan melakukan sewa kepada pihak eksternal agar memberikan nilai tambah ekonomi bagi perusahaan.

Lalu, adanya peluang menambah pendapatan usaha, serta mengurangi beban fixed cost alias Non-Contributing Plant (NCP) pada perusahaan.

Ketiga, Jasa Sertifikasi Teknis (KBLI 71201), Jasa Inspeksi Teknis (KBLI 71202), Jasa Pengujian Teknis (KBLI 71204), dan Penelitian Dan Pengembangan Engineering Dan Teknologi (KBLI 72102).

Baca Juga: Bitcoin Jadi Alternatif Lindung Nilai, Siap Reli ke US$ 80.000

Rencana penambahan kegiatan usaha yang terakhir ini dilatarbelakangi oleh dua alasan utama. Yaitu peluang mengembangkan bisnis di bidang sertifikasi produk mengingat WSBP memiliki fasilitas laboratorium pengujian bending produk Spun Pile dan CCSP yang sudah terakreditasi Komite Akreditasi Nasional (KAN), serta peluang menambah pendapatan usaha baru atas jasa pengujian laboratorium dan sertifikasi produk

“Persahaan diharapkan dapat meningkatkan diversifikasi kegiatan usaha serta memperkuat posisi pada industri manufaktur beton dan konstruksi,”  ujar prospektus di keterbukaan informasi BEI, Selasa (16/4).

Terkait dengan rencana tersebut, WSBP pun bakal menggelar rapat umum pemegang saham (RUPS) pada tanggal 22 Mei 2026.

Sebelumnya, kegiatan usaha WSBP sudah meliputi industri pabrikasi. Yaitu, pekerjaan pelaksanaan konstruksi; pekerjaan mekanikal elektrikal termasuk jaringan dan instalasi; radio, telekomunikasi dan instrumen termasuk jaringan dan instalasi; serta perbaikan/ pemeliharaan/ renovasi bangunan.

Lalu, perdagangan umum, terutama perdagangan beton precast; jasa pertambangan; pekerjaan terintegrasi (EPC); rancang bangun; building management; pabrikasi bahan dan komponen bangunan; pabrikasi komponen peralatan konstruksi; serta penyewaan peralatan konstruksi.

Kemudian, layanan jasa keagenan bahan dan komponen bangunan serta peralatan konstruksi; investasi dan/atau pengelolaan usaha; ekspor impor; system development; pengelolaan kawasan; pengembangan; serta jasa transportasi/angkutan.

Baca Juga: Risiko Defisit Fiskal, Begini Prospek Obligasi Pemerintah

“Dalam rangka mendukung Kegiatan Usaha, perusahaan mengelola 9 Precast Plant, 14 Batching Plant Readymix, 1 Workshop Peralatan, 5 Area Penjualan, dan 6 Proyek Konstruksi,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News