KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) dipercaya menjadi pemasok produk beton pracetak untuk Proyek Tangguh Ubadari,
Carbon Capture Utilization & Storage (CCUS), dan
Compression (UCC) di Papua Barat yang dikelola oleh BP (British Petroleum). Keterlibatan ini mempertegas peran WSBP dalam mendukung proyek energi berskala besar dan strategis nasional, sekaligus memperkuat portofolio perusahaan dalam penyediaan beton pracetak untuk proyek industri di kawasan timur Indonesia. Proyek Tangguh UCC merupakan pengembangan fasilitas gas alam terintegrasi yang berperan penting dalam menjaga keberlanjutan pasokan energi nasional.
Baca Juga: Perkuat Portofolio PC, Tera Data Indonusa (AXIO) Rilis Hype Flex 7+ Pro Max Proyek ini juga dirancang dengan pendekatan yang lebih ramah lingkungan melalui penerapan teknologi pengelolaan emisi, sejalan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan di sektor energi. Kepala Divisi Corporate Secretary WSBP Fandy Dewanto mengatakan, keterlibatan perseroan dalam proyek tersebut merupakan bentuk kepercayaan terhadap kapabilitas dan kualitas produk WSBP. “Keterlibatan WSBP dalam Proyek UCC Tangguh merupakan kepercayaan bagi kami untuk berkontribusi dalam proyek energi berskala besar di Indonesia. Partisipasi ini menjadi bukti bahwa produk beton pracetak WSBP mampu memenuhi kebutuhan proyek strategis dengan standar mutu dan keandalan yang tinggi,” ujarnya melalui keterangan resmi Senin (9/2/2026). Dalam proyek ini, WSBP menyuplai sebanyak 11.089 batang spun pile yang digunakan sebagai elemen pondasi pada pembangunan fasilitas utama serta infrastruktur pendukung.
Baca Juga: Mayora Perkuat Ekonomi Sirkular Lewat Pengelolaan Sampah Plastik di IKN Produk spun pile WSBP dipilih karena memiliki daya dukung tinggi, mutu beton yang konsisten, serta ketahanan jangka panjang, sehingga sesuai untuk proyek industri dengan kondisi tanah yang menantang. Keikutsertaan dalam proyek Tangguh UCC juga mencerminkan pengalaman dan kapabilitas WSBP dalam mendukung berbagai proyek infrastruktur dan industri berskala besar di Indonesia. Seluruh spun pile untuk proyek ini diproduksi dan dikirim dari Precast Plant WSBP Karawang dan Prambon, dengan tetap mengedepankan standar pengendalian mutu yang ketat. “Produksi spun pile saat ini masih berjalan dan ditargetkan selesai pada Mei 2026 sebelum memasuki tahap pengiriman. WSBP berkomitmen menjaga kualitas produk, keselamatan kerja, serta ketepatan waktu suplai,” tambah Fandy. Sejalan dengan penerapan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (
Good Corporate Governance/GCG), WSBP menegaskan komitmennya untuk menjalankan setiap operasional dengan memperhatikan aspek keselamatan, kualitas, dan keberlanjutan lingkungan.
Baca Juga: JETOUR T2 Unjuk Otot di IIMS 2026, Bawa Konsep NOMAD dan Obsidian Partisipasi dalam Proyek Tangguh UCC yang mengedepankan pengelolaan emisi ini menjadi salah satu kontribusi WSBP dalam mendukung pembangunan infrastruktur energi nasional yang berkelanjutan dan bertanggung jawab.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News