KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Waskita Karya Tbk (
WSKT) mencatatkan rugi bersih sebesar Rp 2,87 triliun di sembilan bulan pertama tahun 2026. Raihan itu membaik 9,54% dari rugi bersih Rp 3,17 triliun di September 2025. Perbaikan rugi ditopang awalnya dari pendapatan usaha yang tercatat Rp 8,12 triliun di akhir Juni 2026. Ini naik 55,73% secara tahunan dari Rp 5,28 triliun.
Segmen jasa konstruksi menyumbang mayoritas ke pendapatan, yaitu Rp 6,45 triliun. Diikuti segmen pendapatan jalan total berkontribusi Rp 987,74 miliar, penjualan precast Rp 362,44 miliar, serta pendapatan hotel Rp 75,33 miliar.
Baca Juga: Saham TOBA Masih Tertekan, Ini Prospek dan Rekomendasi Analis Lalu, segmen pendapatan properti menyumbang Rp 88,67 miliar, penjualan infrastruktur lainnya Rp 148,23 miliar, dan sewa gedung Rp 9,35 miliar. Beban pokok pendapatan ikut naik dari Rp 4,30 triliun di September 2025 menjadi Rp 7,16 triliun per periode sama tahun ini. Laba bruto pun tercatat Rp 959,44 miliar di akhir kuartal III 2026, turun tipis 2,09% secara tahunan alias
year on year (YoY). Dengan kinerja tersebut, rugi per saham dasar menjadi Rp 99,7 di akhir September 2026, dari sebelumnya Rp 110,21 di periode sama tahun lalu. Per 30 September 2026, WSKT punya total aset Rp 73,07 triliun. Ini naik dari Rp 70,73 per 31 Desember 2025.
Baca Juga: IHSG Turun 0,42% ke 5.911 di Sesi I Selasa (13/10), JPFA, GOTO, INKP Top Losers LQ45 Total liabilitas perseroan sebesar Rp 72,03 triliun di akhir September 2026, naik dari Rp 67,06 triliun di akhir Desember 2025. Sementara, jumlah ekuitas tercatat Rp 1,03 triliun per akhir September 2026, amblas dari Rp 3,67 triliun di akhir tahun 2025. Waskita juga mencatatkan defisit belum ditentukan penggunaannya sebesar Rp 22,52 triliun. WSKT memiliki kas dan setara kas akhir periode sebesar Rp 1,5 triliun di akhir September 2026, amblas dari Rp 3 triliun di periode sama tahun lalu. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News