KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT)
dipercaya membangun tiga kawasan Sekolah Rakyat (SR) di Provinsi Papua dengan total nilai kontrak Rp 1,07 triliun. Melalui Kerja Sama Operasi (KSO) Waskita–Adhi–PAB, proyek tersebut akan dilaksanakan di Kabupaten Jayapura, Kabupaten Sarmi, dan Kabupaten Biak Numfor. Seluruh pekerjaan ditargetkan selesai dalam waktu sekitar 5,5 bulan, sehingga fasilitas pendidikan dapat mulai dimanfaatkan pada Januari 2027.
Baca Juga: Waskita Karya (WSKT) Kebut Proyek Sekolah Rakyat (SR) di Jatim, Progres Kini 45,5% Kepercayaan ini semakin memperkuat rekam jejak Waskita sebagai BUMN Konstruksi yang telah berkontribusi membangun berbagai infrastruktur strategis nasional selama lebih dari 65 tahun.
Berbekal pengalaman mengelola proyek dengan tingkat kompleksitas tinggi di berbagai wilayah Indonesia, termasuk kawasan dengan tantangan geografis yang beragam, Perseroan optimistis mampu menghadirkan pembangunan yang tepat mutu, tepat waktu, tepat biaya, serta memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat. Corporate Secretary Waskita Karya Ermy Puspa Yunita mengatakan bahwa SR Papua merupakan bagian dari komitmen Perseroan dalam mendukung agenda pembangunan nasional. Khususnya yang berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. "Pembangunan Sekolah Rakyat di Papua bukan sekadar menghadirkan infrastruktur pendidikan, tetapi menjadi investasi jangka panjang untuk membangun generasi unggul Indonesia. Kepercayaan yang diberikan kepada Waskita merupakan amanah yang kami jawab melalui kualitas pelaksanaan, inovasi konstruksi, serta kolaborasi yang kuat dengan seluruh pemangku kepentingan," ujar Ermy dalam keterangan resmi, Senin (6/7/2026).
Baca Juga: Hutama Karya Kebut Pengerjaan Proyek Sekolah Rakyat di 4 Provinsi Menurutnya, lokasi proyek yang berada di wilayah paling timur Indonesia menghadirkan tantangan logistik tersendiri.
Guna memastikan pekerjaan berjalan sesuai target, Perseroan telah menyiapkan strategi mobilisasi material, peralatan, dan sumber daya secara terintegrasi dengan memanfaatkan jalur distribusi melalui Pelabuhan Jayapura, Sarmi, dan Biak. Lingkup pekerjaan meliputi pembangunan ruang kelas jenjang SD, SMP, dan SMA, asrama putra dan putri, gedung serbaguna, rumah susun guru, rumah ibadah, kantin, lapangan, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya. Seluruh sarana tersebut dirancang menjadi kawasan pendidikan terpadu. Waskita Karya memandang pembangunan infrastruktur sosial sebagai bagian penting dari pembangunan ekonomi nasional. Kehadiran Sekolah Rakyat diharapkan tidak hanya memperluas akses pendidikan berkualitas, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, membuka lapangan kerja, menggerakkan rantai pasok daerah, serta menciptakan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat sekitar.
Baca Juga: Waskita (WSKT) Kebut Proyek Sekolah Rakyat di Surabaya, Target Rampung 20 Juni 2026 Dengan mengedepankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik, keselamatan kerja, inovasi, dan keberlanjutan, Waskita terus memperkuat posisinya sebagai perusahaan konstruksi nasional yang mampu menghadirkan solusi infrastruktur berstandar tinggi dan berdaya saing global. “Perseroan meyakini, setiap proyek yang dibangun bukan hanya menghasilkan aset fisik, tetapi juga menciptakan fondasi bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat dan daya saing bangsa di masa depan,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News