Waskita Karya (WSKT) Raih Kontrak Proyek RSUD Cendrawasih Dobo Rp 217,97 Miliar



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) kembali dipercaya mengerjakan proyek rumah sakit di luar Pulau Jawa. Kali ini WSKT akan melaksanakan konstruksi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cendrawasih Dobo di Maluku dengan nilai kontrak sebesar Rp 217,97 miliar.

Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Azhar Jaya mengatakan, pembangunan RSUD tersebut menunjukkan negara hadir dalam memberikan pelayanan kesehatan yang merata. Masyarakat di daerah tertinggal pun sudah sangat menantikannya.

Dirinya melanjutkan, pengerjaan RSUD Cendrawasih Dobo merupakan bagian dari Program Percepatan Hasil Terbaik Cepat (PHTC) atau Quick Win yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto. Ditargetkan sebanyak 66 RS bisa diperbarui dari kelas D menjadi C. 


Baca Juga: Pertamina EP Zona 4 Bidik Produksi Minyak 30.305 BOPD pada 2026, Ini Strateginya

"Tahun lalu sudah 22 RS dibangun. Buktinya ada, tahun lalu tanahnya masih rata tahun ini sudah berdiri dengan megah, sudah berdiri RS membanggakan," ungkap Azhar, dalam keterangannya, Kamis (12/3/2026). 

Corporate Secretary Waskita Karya Ermy Puspa Yunita mengatakan, bangunan RSUD akan diselesaikan dalam waktu 10 bulan, yang dimulai dari Maret sampai akhir Desember 2026 mendatang.

Sebelumnya, RSUD Cendrawasih Dobo sudah lama beroperasi. Hanya saja kapasitas dan fasilitas yang dimiliki masih terbatas, sehingga perlu penambahan gedung baru.

Rencananya Waskita Karya akan membangun gedung baru seluas 8.438 meter persegi (m2) di atas lahan sebesar 36.185 m2. Letaknya tepat di bagian depan kawasan RSUD dan dapat diakses langsung dari jalan utama.

"Bangunan rumah sakit ditempatkan di bagian depan site untuk memastikan aksesibilitas maksimal. Utamanya bagi pasien rawat jalan dan layanan gawat darurat, karena posisi ini memudahkan ambulans dan pengunjung memasuki fasilitas medis tanpa harus masuk jauh ke dalam kawasan," ujarnya.

Baca Juga: Indonesia Tanggapi Investigasi Perdagangan AS terhadap 16 Mitra Dagang

Pada konsep desain, lanjut dia, Waskita Karya menciptakan lingkungan terapi yang dirancang untuk membantu proses pemulihan pasien atau healing environment. Perseroan pun berupaya meningkatkan patient experience atau pengalaman pasien dan keluarganya agar mendapatkan manfaat kesehatan positif dan berkelanjutan.

"Waskita memilih material finishing interior dan furnitur berwarna pastel guna mencapai kesan ruang alami, hangat, dan menenangkan. Lalu material nontekstur dan anti bakteri juga dipilih supaya interior RS mudah dibersihkan dan selalu higienis," tutur Ermy.

Waskita Karya juga telah dipercaya mengerjakan dua rumah sakit yang masuk PHTC, yaitu RSUD Tuan Besar Syarif Idrus Kubu Raya di Kalimantan Barat dan RSUD Akhmad Berahim Tana Tidung di Kalimantan Utara.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News