KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Waskita Karya Tbk (
WSKT) menuntaskan proyek peningkatan RSUD Tuan Besar Syarif Idrus (TBSI) Kubu Raya, Kalimantan Barat, yang menjadi bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Kementerian Kesehatan. Rampungnya proyek ini mempertegas peluang kontraktor pelat merah dalam menggarap proyek strategis sektor kesehatan, khususnya di wilayah 3T. Pada pekan lalu, Menteri kesehatan Budi Gunadi Sadikin didampingi oleh Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan, Bupati Kubu Raya Sujiwo, dan Direktur Operasi II Waskita Karya Paulus Budi Kartiko pun meninjau langsung bangunan RSUD TBSI.
Ia memastikan kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan yang telah ditingkatkan menjadi rumah sakit Tipe C melalui Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tersebut.
Baca Juga: Jelang Imlek, One Global Capital Bagi Imbal Hasil Proyek Five Dock Sydney Dijelaskan, PHTC menjadi salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan mempercepat peningkatan kualitas layanan publik. Khususnya di sektor kesehatan melalui penguatan RSUD di kawasan Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T). Budi mengatakan, RSUD TBSI termasuk satu di antara 66 RSUD yang kualitasnya ditingkatkan dari Tipe D ke Tipe C dalam PHTC. Saat ini sudah dibangun sebanyak 22 rumah sakit. "RSUD ini juga dapat memberikan layanan kesehatan ibu dan anak. Jadi masyarakat tidak perlu jauh-jauh di rujuk sampai ke Pontianak (Kalimantan Barat),” ungkap Budi, dalam keterangannya, pada Jumat (13/20.
Direktur Operasi II Waskita Karya Paulus Budi Kartiko, menambahkan Waskita Karya berhasil memperbarui desain gedung dan sejumlah fasilitas di RSUD Kabupaten Kubu Raya. Total luas bangunan di atas lahan sekitar 6,4 hektar (ha) itu mencapai 6.795 meter persegi (m2). “Peningkatan kelas RSUD TBSI sudah sangat dinantikan masyarakat di Kabupaten Kubu Raya dan sekitarnya. Maka Waskita Karya terus mempercepat pengerjaannya agar bisa segera digunakan,” tuturnya.
Dalam proyek ini, sambung Paulus, Waskita mengusung pendekatan yang berpusat pada pasien, yaitu menggabungkan aspek fungsional, estetika, dan keberlanjutan. Sementara desain bangunannya mengedepankan tata letak intuitif, ruang tunggu nyaman, serta menjaga privasi pasien.
Baca Juga: PINSAR Tegaskan Stok Ayam Melimpah, Lonjakan Harga Bukan dari Peternak "Konsep tersebut juga menekankan efisiensi operasional melalui penerapan teknologi modern dan alur kerja yang optimal melalui efisiensi konfigurasi ruang. Kemudian guna menciptakan lingkungan sehat dan nyaman, Perseroan mengadopsi prinsip-prinsip keberlanjutan seperti penggunaan energi efisien dan ruang terbuka hijau," jelas dia. Kemudian untuk fasad atau tampilan luarnya, Waskita menggabungkan konsep modern dan kontekstual. Salah satunya dengan memakai motif batik khas Kalimantan Barat pada dinding, kusen, hingga atap. Gedung RSUD ini
terdiri dari tiga lantai. Di lantai pertama terdapat ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD), radiologi, cathlab, Intensive Cardiovascular Care Unit (ICVCU), serta poliklinik.
Lalu di lantai dua tersedia ruang rawat inap standar maupun VIP, juga ruang Hemodialisa, farmasi, Lab Patologi, dan Central Sterile Supply Department (CSSD). Selanjutnya di lantai tiga terdiri dari Intesive Care Unit (ICU), High Care Unit (HCU), Neonatal Intensive Care Unit (NICU), juga Instalasi Bedah Sentral (IBS).
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News