Waskita Raih Kontrak Baru dari Proyek Bendungan Senilai Rp 488 Miliar



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Waskita Karya Tbk (WSKT) mendapatkan kontrak baru senilai Rp 488 miliar dari pemerintah untuk pengerjaan proyek pembangunan Bendungan Karangnongko Paket 2. Pembangunan bendungan itu akan dilakukan di dua lokasi yaitu Kecamatan Margomulyo- Bojonegoro  dan Kecamatan Kradenan, Blora 

SVP Corporate Secretary Waskita, Ermy Puspa Yunita mengatakan, proyek bendungan itu ditujukan untuk memenuhi pasokan air baku masyarakat sekitar. “Bendungan ini nantinya bermanfaat untuk air baku sebesar 1.156 liter/detik, yang diperuntukkan ke empat wilayah, diantaranya Kabupaten Bojonegoro, Ngawi, Tuban, Jawa Timur, dan Kabupaten Blora, Jawa Tengah,” kata dia dalam keterangan resminya, Senin (9/10).

Untuk menunjang kelancaran pekerjaan proyek tersebut, kata Ermy, Waskit akan melakukan digitalisasi dengan mengimplementasikan sistem Building Information Modeling (BIM) dalam setiap pekerjaan proyek.


Baca Juga: Kontrak Baru Wijaya Karya (WIKA) Tembus Rp 19,98 Triliun, Apa Saja Proyeknya?

Ia bilang, BIM dapat  membuat pekerjaan menjadi sangat efisien sehingga pekerjaan proyek bisa selesai lebih cepat, hemat dan pastinya dengan hasil kualitas yang baik. 

Selain itu, Waskita juga memberdayakan pekerja lokal pada setiap proyek yang dikerjakan sebagai bentuk kolaborasi dengan masyarakat sekitar. Selain itu, lanjut Ermy, pihaknya juga berkomitmen menjaga kualitas dan implementasi HSE (Health, Safety, Environment).

Sebagai informasi, proyek pekerjaan Bendungan Karangnongko Paket 2 ini dilakukan dengan cara joint operation dengan PT Bangkit Berkah Perkasa dan PT Kelman Infra Pratama. Pembangunan yang didanai menggunakan dana APBN ini akan dikerjakan dalam 1.218 hari dan ditergetkan selesai pada akhir 2026. 

Selain itu, Waskita berkomitmen menjamin kualitas konstruksi proyek Bendungan ini dan menjadikan bendungan sebagai fungsinya yaitu dapat memenuhi kebutuhan air untuk masyarakat Indonesia, mulai dari penyedia air baku sebagai air minum, irigasi, pembangkit listrik, pengendali banjir serta pengembangan sektor pariwisata.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Dina Hutauruk