Waskita terbitkan obligasi Rp 1,657 triliun



JAKARTA. Satu lagi penawaran obligasi korporasi di awal tahun ini. Kali ini, penawaran surat utang datang dari PT Waskita Karya Tbk. Pertengahan bulan ini, emiten saham dengan kode saham WSKT ini akan menggelar penawaran umum berkelanjutan bertajuk Obligasi Berkelanjutan II Waskita Karya Tahap III Tahun 2017.

Berdasarkan prospektur ringkas yang diterbitkan perseroan, surat utang tahap ketiga ini diterbitkan dengan jumlah pokok obligasi sebesar Rp 1,657 triliun. Rencananya, dana hasil emisi obligasi ini akan digunakan untuk modal kerja dan investasi.

Surat utang ini merupakan bagian dari Obligasi Berkelanjutan II Waskita Karya dengan target penghimpunan dana sebesar Rp 5 triliun. PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) mengganjar surat utang terbitan Waskita dengan peringkat A-.


Waskita memecah surat utang ke dalam dua seri. Obligasi Seri A ditawarkan dengan jumlah pokok utang Rp 747 miliar. Surat utang dengan tenor tiga tahun ini menawarkan kupo sebesar 8,5%.

Sedangkan obligasi Seri B ditawarkan dengan jumlah pokok utang sebear Rp 910 miliar. Dengan tenor lima tahun, surat utang Seri B ini menjanjikan kupon sebesar 9%. Bunga obligasi akan dibayarkan setiap tiga bulan.

Jika tidak ada aral melintang, Waskita akan menggelar masa penawaran pada 15 Februari-16 Februari 2017. Tanggal penjatahan pada 17 Februari 2017. Sementara tanggal pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) akan dilakukan pada 22 Februari 2017. Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi antara lain Bahana Securities, Danareksa Sekuritas, dan Mandiri Sekuritas.

Sekadar informasi, imbal hasil alias yield surat utang negara (SUN) acuan tenor lima tahun pada hari ini, Jumat (3/2), sebesar 7,2%. Biasanya, selisih atau spread kupon obligasi korporasi dengan peringkat A tenor lima tahun dengan yield SUN acuan sebesar 323 basis point.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: A.Herry Prasetyo