Waskita (WSKT) Tuntaskan LRT Jakarta Fase 1B, Rute Kelapa Gading-Manggarai Beroperasi



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Prabowo Subianto telah meresmikan rangkaian Light Rail Transit (LRT) Jakarta, termasuk Fase 1B yang dibangun PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT).  Melalui peresmian ini, moda transportasi tersebut resmi dibuka dan siap beroperasi penuh.

Dalam sambutannya, Prabowo mengapresiasi seluruh pihak yang berhasil menghadirkan LRT Jakarta. Menurutnya, keberadaan infrastruktur konektivitas ini merupakan langkah penting dalam rencana pembangunan dan transformasi bangsa.

"Lima sampai enam tahun lalu, siapa yang mengira kita bisa punya sistem transportasi seperti sekarang, ada LRT, KRL (Kereta Rel Listrik), ada Transjakarta, Transjabodetabek, serta Kereta Bandara. Ini menjadi transport hub ," ujar Prabowo, dalam keterangan resmi, Kamis (17/9/2026).


Baca Juga: Low Tuck Kwong dan Elaine Low Teken Perjanjian Jual Saham BYAN ke Haji Isam LRT Jakarta sendiri terkoneksi dengan berbagai transportasi publik lain seperti Transjakarta dan KRL di Stasiun Manggarai.

Proyek LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai sepenuhnya dibangun memanfaatkan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp12,1 triliun. Total panjangnya mencapai 12,2 kilometer (km), diperkirakan akan mengangkut sekitar 80 ribu penumpang setiap hari.

Direktur Operasi II Waskita Karya Paulus Budi Kartiko mengatakan LRT Jakarta khususnya rute Velodrome-Manggarai yang dikerjakan Waskita Karya telah melewati berbagai tes menyeluruh serta terstruktur. “Maka dipastikan aman dan nyaman digunakan oleh puluhan ribu masyarakat. Bagi Waskita LRT Jakarta bukan sekadar proyek, melainkan bagian dari rekam jejak kami dalam membangun negeri ini," ujarnya. Sebagai kontraktor, tidak mudah mengerjakan proyek di tengah padatnya lalu lintas Jakarta dengan ruang terbatas. Meski begitu, Perseroan berhasil merampungkannya melalui penerapan sejumlah inovasi seperti penggunaan balance cantilever di atas jalur aktif jalur layang Tol Wiyoto Wiyono dan longspan steelbox girder yang membentang di atas jalur aktif Double-Double Track (DDT) Manggarai.

Semua metode dan struktur tersebut tetap mengedepankan Standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Tim di lapangan turut memasang safety net pada sekeliling segmen girder balance , kemudian melakukan monitoring survey dan chamber secara berkala setiap hari. Berkat langkah tersebut, Waskita sukses mencapai 7,5 juta jam kerja selamat tanpa kecelakaan (lost time injury ) selama proses konstruksi.

"Bagi kami keselamatan para pengguna jalan dan pekerja adalah yang utama. Kami pun terus berkoordinasi dengan Jakpro (Jakarta Propertindo) sebagai owner proyek dalam menghadapi beragam situasi," jelas Paulus.

Baca Juga: Martina Berto (MBTO) Bidik Penjualan Rp 501 Miliar, Lanjutkan Efisiensi di 2026

Ke depannya Waskita Karya siap terus mengawal penguatan konektivitas antarwilayah dan integrasi transportasi publik di kota metropolitan. Perusahaan juga terus mendorong Jakarta tidak hanya menjadi kota modern, tapi juga ramah lingkungan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News