Waspada, cuaca ekstrem berpotensi terjadi hingga 12 Januari di daerah ini



KONTAN.CO.ID - Hasil analisis BMKG atas kondisi dinamika atmosfer terkini menunjukkan, masih ada potensi hujan lebat di beberapa wilayah Indonesia hingga 12 Januari 2020. 

Pola tekanan rendah di belahan Bumi Utara yang berkurang dan sebaliknya meningkat di wilayah belahan Bumi Selatan  mengindikasikan terjadi peningkatan aktifitas Monsun Asia. 

"Ini bisa menyebabkan penambahan massa udara basah di wilayah Indonesia," kata Deputi Bidang Meteorologi BMKG R. Mulyono R. Prabowo dalam siaran pers, Ahad (5/1) lalu.


Baca Juga: BMKG: Hari ini hujan lebat berpotensi mengguyur Jabodetabek dan sekitarnya

Lalu, pola tekanan rendah di belahan Bumi Selatan sekitar Australia) yang meningkat bisa membentuk pola konvergensi atau pertemuan massa udara dan belokan angin menjadi signifikan. 

"Ini meningkatkan pertumbuhan awan hujan di wilayah Indonesia, terutama di bagian selatan ekuator," ujar Mulyono. 

Sementara berdasarkan model prediksi, aktifitas Madden Julian Oscillation fase basah bakal mulai aktif di sekitar wilayah Indonesia sepekan ke depan. 

Baca Juga: Banjir Jakarta: Hasil naturalisasi belum terlihat, normalisasi terhambat

"Kondisi ini tentunya dapat meningkatkan potensi pembentukan awan hujan cukup signifikan di wilayah Indonesia," ucap Mulyono.

Berdasarkan kondisi tersebut, BMKG memperkirakan, hingga 12 Januari nanti potensi cuaca ekstrem dan curah hujan dengan intensitas lebat yang bisa disertai kilat/petir dan angin kencang berpotensi terjadi di beberapa wilayah:

Editor: S.S. Kurniawan