KONTAN.CO.ID - Kinerja saham induk usaha Google, Alphabet Inc., mencatatkan rekor baru yang mengubah peta kekayaan miliarder dunia. Kenaikan signifikan harga saham perusahaan teknologi asal Amerika Serikat tersebut berhasil mendorong salah satu pendirinya, Sergey Brin, menjadi orang terkaya ketiga di dunia. Lonjakan valuasi Alphabet ini dipicu oleh sentimen positif pasar terhadap ekspansi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) perusahaan.
Kapitalisasi Pasar Tembus US$ 4 Triliun
Alphabet resmi menjadi perusahaan keempat yang berhasil menyentuh nilai kapitalisasi pasar sebesar US$ 4 triliun atau setara Rp 67.428 triliun (kurs Rp 16.857 per dolar AS). Mengutip Forbes, Alphabet kini sejajar dengan raksasa teknologi lainnya seperti Nvidia, Microsoft, dan Apple yang juga pernah atau sedang berada di level valuasi tersebut. Sentimen utama yang mendorong reli saham ini adalah pengumuman kerja sama strategis antara Apple dan Google. Dalam kesepakatan tersebut, Apple menyatakan akan menggunakan model Gemini milik Google sebagai fondasi bagi model AI mereka serta generasi terbaru asisten virtual Siri. Berdasarkan data perdagangan Selasa siang waktu setempat, saham Alphabet naik 0,13% ke level di atas US$ 337. Kenaikan ini melengkapi reli sebesar 6,6% yang terjadi selama tujuh sesi perdagangan terakhir. Sebagai perbandingan, pada saat yang sama saham Oracle justru terkoreksi 1,5% dan Amazon turun hampir 2%. Sepanjang tahun 2025, saham Alphabet telah tumbuh sebesar 65%. Angka ini merupakan lonjakan tahunan terbesar bagi perusahaan sejak tahun 2009, di mana saat itu saham Alphabet melesat hingga hampir 93%.Pergeseran Peringkat Orang Terkaya Dunia
Kenaikan harga saham Alphabet berdampak langsung pada nilai kekayaan bersih para pemegang saham utamanya. Sergey Brin berhasil melampaui kekayaan pendiri Oracle, Larry Ellison, dan pendiri Amazon, Jeff Bezos. Menurut Forbes’ Real-Time Billionaires List, berikut adalah urutan terbaru orang terkaya dunia pasca reli saham Alphabet:- Elon Musk (Tesla): US$ 725,3 miliar (sekitar Rp 12.226 triliun).
- Larry Page (Rekan Pendiri Google): US$ 277 miliar (sekitar Rp 4.669 triliun).
- Sergey Brin (Rekan Pendiri Google): US$ 255,6 miliar (sekitar Rp 4.308 triliun).
- Jeff Bezos (Amazon): US$ 253,2 miliar (sekitar Rp 4.268 triliun).
- Larry Ellison (Oracle): US$ 251,3 miliar (sekitar Rp 4.236 triliun).
Dominasi Infrastruktur AI
Keberhasilan Alphabet mempertahankan momentum pertumbuhan di tengah kekhawatiran investor akan gelembung (bubble) saham teknologi didukung oleh fundamental AI yang kuat. Melansir Forbes, analis dari Citi menyebutkan bahwa Alphabet tetap menjadi pilihan utama untuk pertumbuhan pada tahun 2026. Optimisme ini didasari oleh fakta bahwa sekitar 70% pelanggan Google Cloud telah menggunakan produk AI perusahaan. Selain itu, Alphabet dinilai memiliki ekosistem yang lengkap, mulai dari cip, kapasitas infrastruktur, hingga model bahasa besar yang mutakhir. Beberapa tonggak pencapaian AI Alphabet yang menarik perhatian pasar antara lain:- Gemini 3: Versi terbaru model AI Google yang dirilis pada November 2025 dan mendapat sambutan positif.
- Ironwood: Generasi ketujuh cip AI milik perusahaan yang diluncurkan untuk bersaing dengan Nvidia.
- Integrasi Apple: Penggunaan Gemini untuk ekosistem perangkat Apple yang memperluas jangkauan pengguna secara masif.