Waspada Modus Penipuan! Pluang Imbau Pengguna Jauhi Akun Telegram Bodong



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pluang mengeluarkan peringatan resmi kepada pengguna dan masyarakat luas terkait maraknya akun Telegram palsu yang mengatasnamakan perusahaan. Modus ini dinilai berpotensi menimbulkan kerugian finansial seiring meningkatnya aktivitas penipuan digital di sektor investasi.

Aplikasi investasi dan trading aset kripto serta saham ini menemukan puluhan akun bodong yang mencatut nama dan logo resmi Pluang. Akun-akun tersebut menawarkan iming-iming keuntungan cepat, akses ke grup eksklusif, hingga pendampingan trading yang tidak pernah disediakan secara resmi oleh perusahaan.

Director of Marketing and Commercial Pluang, Andreas Agung Hendrawan, menegaskan bahwa seluruh bentuk penawaran investasi dengan janji keuntungan tertentu merupakan indikasi kuat penipuan.


Baca Juga: Dirut Bank BJB Syariah Optimistis Hadapi Tahun 2026

“Pluang tidak pernah menghubungi pengguna secara personal melalui Telegram untuk menawarkan produk investasi atau menjanjikan profit. Seluruh komunikasi resmi hanya dilakukan melalui kanal yang terverifikasi,” ujar Andreas dalam keterangan resmi, Kamis (1/1).

Ia menjelaskan, pelaku penipuan umumnya memulai aksinya dengan mengirim pesan pribadi (direct message) kepada calon korban. Selanjutnya, korban diarahkan untuk bergabung ke grup tertentu atau diminta mentransfer dana ke rekening pribadi maupun dompet digital di luar sistem resmi aplikasi Pluang.

Pluang mengidentifikasi sejumlah ciri akun penipuan yang perlu diwaspadai pengguna. Di antaranya, janji keuntungan tinggi dalam waktu singkat tanpa penjelasan risiko, permintaan data pribadi bersifat rahasia, serta pengarahan ke tautan yang tidak terkait dengan domain resmi pluangcom.

Modus lain yang kerap digunakan adalah penyamaran sebagai admin Pluang dengan nama pengguna yang menyerupai akun resmi, namun ditambahkan angka atau karakter tertentu.

“Jika pengguna merasa ragu atau menemukan indikasi mencurigakan, segera hubungi Pluang Care melalui kanal resmi. Verifikasi sejak awal sangat penting untuk menghindari potensi kerugian,” tambah Andreas.

Pluang menegaskan bahwa komunikasi resmi perusahaan hanya dilakukan melalui akun yang telah terverifikasi, yakni Telegram @OfficialPluang, Instagram @pluang_id, Twitter/X @pluang_id, TikTok @pluang_id, serta situs resmi mereka.

Ke depan, Pluang mengimbau pengguna untuk lebih waspada terhadap berbagai bentuk penawaran investasi ilegal serta aktif melaporkan akun mencurigakan kepada platform terkait dan tim bantuan Pluang sebagai bagian dari upaya perlindungan konsumen di ekosistem investasi digital.

Baca Juga: Pemangkasan Suku Bunga Buka Peluang Perbaikan Kinerja Pergadaian pada 2026

Selanjutnya: POPSI: Pungutan Ekspor Sawit Berpotensi Naik di Atas 10% Jelang Penerapan B50

Menarik Dibaca: Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (2/1), Provinsi Ini Diguyur Hujan Amat Lebat

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News